Wartain.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di SMAN 3 Kota Sukabumi, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan edukasi kebencanaan tersebut dihadiri Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, perwakilan BMKG Jawa Barat, Kapolsek Cikole, Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi, serta peserta dari kalangan pelajar, tenaga pendidik, dan berbagai unsur terkait.
Program Sekolah Lapang Gempa Bumi diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi gempa bumi sekaligus memperkuat kemampuan dalam melakukan langkah-langkah mitigasi saat bencana terjadi.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi kepada BMKG, khususnya Stasiun Geofisika Sukabumi, atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan terhadap bencana.
Menurutnya, wilayah Sukabumi memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap gempa bumi sehingga edukasi mengenai mitigasi harus terus dilakukan secara berkesinambungan. Ia menilai peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan warga.
“Mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Melalui edukasi dan pelatihan seperti ini, kita sedang membangun kesiapan masyarakat agar mampu menghadapi potensi gempa dengan lebih baik,” ujar Bobby.
Ia juga menyoroti pentingnya penyebaran informasi kebencanaan yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar pesan-pesan mitigasi dapat diterima secara lebih luas dan mudah dipahami.
Bobby menambahkan bahwa tantangan dalam upaya mitigasi bukan hanya menyediakan informasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana.
Di akhir sambutannya, Bobby mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian Sekolah Lapang Gempa Bumi secara serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada keluarga, lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat sekitar.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus memperkuat ketangguhan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pelaksanaan program edukasi kebencanaan yang berkelanjutan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
