26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Penataan PKL Dimulai, Pemkot Sukabumi Fokus Ciptakan Ruang Publik yang Tertib dan Humanis

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mulai melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pusat kota, tepatnya di sepanjang Jalan Ciwangi, Harun Kabir, dan Ahmad Yani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menata ruang kota agar lebih tertib, ramah, dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, turun langsung ke lapangan pada Selasa (29/07/2025) untuk memantau jalannya proses penataan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program prioritas yang telah masuk dalam rencana kerja tahun 2025 dan merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

“Penataan ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan wajah kota yang lebih teratur, tanpa mengabaikan keberadaan dan peran penting PKL dalam roda ekonomi lokal,” kata Bobby saat diwawancarai.

Dalam kunjungannya, Bobby melihat langsung kondisi para pedagang yang berjualan di trotoar, menggunakan gerobak di badan jalan, serta yang menggunakan tenda dan alat tambahan. Temuan di lapangan akan dijadikan dasar dalam merumuskan skema penataan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin proses ini menjadi tindakan sepihak. Semua dilakukan bertahap, dengan pendekatan dialog, serta mempertimbangkan keadilan sosial. Ini bukan sekadar penertiban, tapi penataan yang mempertimbangkan kelangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bobby menyampaikan bahwa proses penataan ini akan melibatkan lintas perangkat daerah, termasuk Satpol PP dan Dinas Perhubungan, guna memastikan kelancaran dan keselarasan kebijakan. Penataan PKL juga selaras dengan agenda strategis Pemkot Sukabumi dalam pengelolaan aset dan normalisasi pajak.

Menurutnya, masa antara Juni hingga Agustus menjadi waktu krusial untuk mempercepat langkah-langkah pembenahan ruang kota, termasuk kawasan-kawasan yang selama ini menjadi titik konsentrasi aktivitas ekonomi informal.

Ia memastikan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi prinsip utama dalam seluruh proses. “Kita ingin semua pihak merasa dilibatkan. Ini bukan hanya soal ketertiban visual, tapi juga tentang membangun kesadaran bersama akan pentingnya kota yang rapi, nyaman, dan berfungsi optimal,” tegas Bobby.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam menciptakan kota yang berdaya saing dan berkeadaban. “Dengan semangat ‘Lembur diurus, kota ditata, Jawa Barat Istimewa’, mari kita rawat bersama kota ini. Sukabumi harus jadi kota impian yang layak huni dan membanggakan bagi warganya,” tutup Bobby.

Melalui penataan ini, Pemkot Sukabumi berharap terwujudnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha informal, dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang tidak hanya estetis, tapi juga inklusif dan berkelanjutan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.