Wartain.com || Wakil Administratur KPH Sukabumi, Uday Jubaedi, menghadiri rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 yang diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Karang Gantung Green Camp, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Uday menegaskan komitmen Perhutani untuk mendukung penuh kegiatan penghijauan agar tidak berhenti pada seremoni semata.
Menurutnya, keberhasilan program penanaman pohon sangat ditentukan oleh perawatan dan pengawasan jangka panjang.
“Dari Perhutani tentu kami siap mendukung, termasuk apabila dibutuhkan bantuan bibit. Namun yang paling penting, kegiatan ini jangan sampai berhenti di sini. Harus ada kelanjutan,” ujarnya.
Ia mendorong agar dilakukan forum diskusi lanjutan (FGD) untuk merumuskan langkah strategis ke depan, termasuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti dinas terkait, instansi, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, hingga organisasi pers.
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Ketua Panitia, Pak Chandra. Ke depan kita bisa lakukan FGD untuk menentukan arah kegiatan selanjutnya. Semua unsur harus dilibatkan agar gerakan ini berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sistem pemeliharaan yang jelas terhadap pohon-pohon yang telah ditanam di Karang Gantung. Tanpa perawatan lanjutan, kata dia, tingkat keberhasilan tumbuh akan rendah dan upaya yang telah dilakukan berpotensi sia-sia.
“Jangan sampai kita hanya menanam lalu ditinggalkan. Harus ada perawatan dan pemeliharaan lanjutan. Siapa yang bertanggung jawab, bagaimana sistem pengawasannya, itu harus disepakati bersama. Kalau tidak ada pemeliharaan, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Iapun mengusulkan adanya kolaborasi dengan sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat dalam menjaga dan merawat tanaman. Dengan demikian, selain meningkatkan keberhasilan tumbuh, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Selain itu Ia mengapresiasi semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut, termasuk keterlibatan organisasi dan komunitas lokal.
Ia menyebut gerakan penanaman pohon seperti “Jampang Tandang Makalang” menjadi momentum positif untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi lahan dan reboisasi.
Menurutnya, wilayah Jampang masih memiliki sejumlah lahan kosong yang perlu direhabilitasi. Perhutani, kata dia, siap mendukung kegiatan reboisasi dan penghijauan, termasuk penyediaan bibit untuk mendukung pemulihan lahan kritis.
“Kami siap mendukung sepenuhnya kegiatan penghijauan dan reboisasi. Ketika ada kegiatan, kami akan ikut dan terlibat. Yang penting, gerakan ini berjalan berkelanjutan dan tidak setengah-setengah,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, diharapkan aksi penghijauan dalam rangka HPN ke-80 ini mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Sukabumi dalam jangka panjang.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
