Oleh: Muhammad Fadlan Anshori/ Guru Honorer PAI
Wartain.com – Muhammad Fadlan Anshori, Guru Honorer Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PENTAS PAI Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2025/2026 sebagai wadah pembinaan generasi Islami yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
PENTAS PAI bukan sekadar ajang perlombaan tahunan. Kegiatan ini merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat, membangun kepercayaan diri peserta didik, sekaligus menyiapkan putra-putri terbaik Kota Sukabumi untuk melangkah ke tingkat provinsi.
Namun, sebagai guru PAI yang terlibat dalam pembinaan dari tingkat kecamatan, saya merasa cukup prihatin melihat bentuk apresiasi yang diberikan kepada para juara. Sekali lagi, ini bukan semata-mata persoalan besar atau kecilnya piala. Tetapi ini tentang simbol penghargaan atas perjuangan besar para siswa yang telah berlatih, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi membawa nama baik sekolah serta kecamatan.
Jika alasan yang muncul adalah efisiensi anggaran, tentu hal itu bisa dipahami. Namun yang menjadi pertanyaan dan bahan refleksi bersama adalah ketika di sisi lain kita sering melihat pelaksanaan kegiatan atau perlombaan lain dapat terselenggara dengan sangat megah, dengan dukungan penuh, fasilitas yang memadai, dan bentuk apresiasi yang lebih representatif.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa untuk ajang sebesar PENTAS PAI, yang notabene melahirkan wakil Kota Sukabumi untuk tingkat provinsi, justru terkesan minim perhatian ?
Apakah kegiatan ini belum menjadi prioritas ? Ataukah dukungan dari pihak terkait, baik Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Daerah, belum diberikan secara optimal ?
Padahal, investasi terbesar dalam dunia pendidikan bukan hanya pada aspek akademik umum, tetapi juga pada pembinaan nilai-nilai keagamaan dan karakter peserta didik.
PENTAS PAI adalah bagian penting dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Saya berharap ini menjadi evaluasi bersama. Ke depan, pelaksanaan PENTAS PAI harus lebih terstruktur, lebih profesional, dan mendapat dorongan penuh dari K3S, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
Jika kegiatan lain bisa diselenggarakan dengan megah, maka PENTAS PAI pun layak mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih, karena dari sinilah lahir generasi penerus yang akan membawa nama baik Kota Sukabumi di tingkat provinsi hingga nasional.
Mari naikkan kelas PENTAS PAI. Karena yang dipersiapkan di sini bukan hanya para juara lomba, tetapi calon pemimpin berakhlak untuk masa depan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
