Wartain.com || Ziarah kubur adalah praktik di mana seseorang mengunjungi makam orang yang telah meninggal untuk mendoakan mereka, mengenang mereka, dan mengingat maut sepertiĀ mereka.
Praktik ini umum dalam beberapa tradisi agama, termasuk Islam.
Kendati demikian pada Hari Raya Idul Fitri banyak sekali orang muslim yang berziarah ke kuburan orang tua, dan sanak saudara untuk memberikan doa.
Dalam banyak tradisi, ziarah kubur dianggap sebagai amal yang baik karena itu adalah cara untuk menghormati dan mengenang orang yang telah meninggal.
Dalam Islam, misalnya, ada beberapa keutamaan yang terkait dengan ziarah kubur, termasuk mengingat akhirat, mengingat kematian, dan mendoakan ampunan dan rahmat bagi orang yang telah meninggal.
Seperti halnya yang dilakukan keluarga Ustadz Badru Zaman yang berkunjung ke makam orang tua nya dan ke makam mertuanya, Kamis 11/04/2024.
Badru Menyebutkan bahwa kita harus mendoakan orang tua kita dan bahkan saudara kita yang telah meninggal dunia.
“Iya memang ini hal yang tidak wajib tapi harus dilakukan sebagai rasa hormat dan rasa kasih sayang untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara,” ungkap Badru.
“Dan inipun dianjurkan oleh Rasullulah karena salah satu amalan yang tidak pernah putus adalah doa anak yang Sholeh,” tambahnya.
Ini juga dianggap sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran akan kehidupan setelah kematian dan menenangkan jiwa.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk mengunjungi kuburan, maka kunjungilah. Karena kunjungan itu mengingatkan kalian akan akhirat.” (Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW awalnya melarang ziarah kubur, kemudian mengizinkannya sebagai cara untuk mengingatkan umatnya akan akhirat. Ini menunjukkan pentingnya ziarah kubur dalam Islam sebagai pengingat akan kematian dan kehidupan setelahnya.***
Foto : wartain.com/Intan
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
