Wartain.com – Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) 2026 dimaknai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Disdik menegaskan nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat pendidikan karakter pelajar.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi mengatakan, Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Menurutnya, Pancasila merupakan jiwa bangsa sekaligus landasan utama dalam membentuk karakter generasi muda.
“Bagi Disdik Kabupaten Sukabumi, Hari Kesaktian Pancasila dimaknai bukan sekadar seremonial, tapi sebagai pengingat bahwa Pancasila adalah jiwa bangsa dan landasan pembentukan karakter pelajar,” kata Herdiawan, Kamis (1/10/2026).
Untuk memperkuat nilai toleransi, gotong royong dan persatuan, Disdik Kabupaten Sukabumi mendorong sejumlah langkah di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui literasi digital berbasis karakter.
Literasi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus diiringi pembentukan karakter, pemahaman moral, serta penguatan jati diri yang bersumber dari kearifan lokal.
Selain itu, sekolah didorong menjadi ruang belajar yang inklusif, adil dan mampu memerdekakan potensi setiap siswa. Lingkungan pendidikan yang demikian diharapkan dapat membentuk pelajar yang tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun perbedaan yang ada di masyarakat.
Disdik juga mendorong agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada hafalan di ruang kelas. Nilai tersebut perlu dihidupkan melalui perilaku sehari-hari oleh guru, siswa maupun masyarakat.
“Menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mengajak guru, siswa, dan masyarakat untuk mengamalkan Pancasila, bukan hanya menghafal. Jika Pancasila hidup dalam diri, generasi akan kuat dan harmonis,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya mengejar angka akademik.
“Tidak hanya mengejar angka akademik, tapi menanamkan budi pekerti pancasilais sejak dini dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tandasnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
