Wartain.com || Aksi demo yang sudah terjadi sejak Senin 25 Agustus hingga saat ini belum juga selesai dari kalangan masyarakat ataupun mahasiswa universitas di Indonesia turun langsung ke lapangan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Aksi demo yang berlangsung ini mendapat perhatian luas, termasuk dari sesama mahasiswa yang tidak ikut turun langsung.
Di berbagai universitas Indonesia, sejumlah mahasiswa yang tidak ikut ke lapangan mengungkapkan pandangan terhadap aksi demo tersebut. Salahsatunya datang dari Rachma, Mahasiswa UIN SDG Bandung yang mengungkapkan, dirinya tidak ikut turun ke jalan karena sedang ada tugas magang.
“Saya pribadi secara langsung tidak ikut aksi tersebut karna kebetulan sedang menjalani kegiatan magang tapi saya masih sangat peduli dengan isu-isu yang sedang diperjuangkan,” ungkap Rachma.
Rachma mengatakan, mahasiswa pastinya mempunyai peran strategis sebagai kritis moral bangsa karna mahasiswa bisa menjadi jembatan antara rakyat kecil dengan pemerintah mahasiswa juga memiliki peran yang idealis karna tidak terlibat dalam politik.
“Aksi demonstrasi ini salah satu bentuk kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi selama dilakukan dengan damai dan tidak merugikan demo itu bisa menjadi sarana penting dalam menyuarakan aspirasi rakyat, namun yang terjadi di lapangan tidak seperti itu, kondisi demo saat ini menunjukkan adanya masalah serius, tidak jarang menimbulkan benturan antara masyarakat dan aparat keamanan,” kata Rachma.
Rahma sebagai salah satu mahasiswa yang ikut menyuarakan aspirasi nya melalui media sosial mengakui bahwa adanya dampak yang signifikan terhadap kegiatan perkuliahan yaitu minggu ini perkuliahan dialihkan ke daring atau sistem online dikarenakan adanya demo sehingga aktivitas kuliah belum berjalan seperti biasanya, namun dengan begitu, baginya ini merupakan pengingat bahwa dinamika sosial politik di luar kampus juga bisa berimbas langsung pada kehidupan akademik mahasiswa.
“Respon pemerintah dan pihak berwenang seringkali berbeda, padahal seharusnya aspirasi masyarakat dan mahasiswa itu bisa menjadi masukan berharga untuk memperbaiki kebijakan bukan justru dianggap sebagai ancaman,” tegas Rachma.
Sampai saat ini aksi demo di beberapa provinsi masih terus berlanjut, massa aksi masih terus bertahan di lokasi sambil menunggu perwakilan pemerintah untuk menerima aspirasi mereka.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(PPL STAI Al Masthuriyah)
