Wartain.com || Kunjungan para diplomat mancanegara ke Kota Sukabumi meninggalkan kesan mendalam, khususnya terkait kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya. Sebanyak 16 duta besar dari berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika hadir dalam rangkaian kegiatan Diplomatic Forum yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi pada 21–22 April 2026.
Salah satu yang mengungkapkan kekagumannya adalah Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, Yevhenia Shynkarenko. Ia mengaku terkesima saat pertama kali menyaksikan kesenian tradisional Boles di kawasan Gedung Juang 45, Jalan Veteran II, Rabu (22/4/2026). Permainan lempar bola api tersebut dinilainya unik dan sarat nilai budaya.
“Yang paling menarik perhatian saya adalah permainan bola api itu,” ujarnya dalam wawancara berbahasa Inggris.
Menurut Yevhenia, permainan tersebut mengingatkannya pada permainan masa kecil di negaranya yang dikenal dengan sebutan “Hot Potato”. Namun, penggunaan bola api dalam Boles memberikan sensasi berbeda yang dinilainya lebih otentik sekaligus menantang.
“Dulu kami juga punya permainan serupa, tapi tanpa api. Ini jauh lebih ekstrem dan menarik. Kalian benar-benar harus memperkenalkan ini ke dunia,” tuturnya.
Tak hanya budaya, Yevhenia juga menyoroti kehangatan warga Sukabumi serta potensi besar generasi mudanya. Ia mengaku terkesan setelah berinteraksi langsung dengan para pelajar dalam kunjungan ke salah satu sekolah.
“Sukabumi adalah kota yang luar biasa. Saya senang bisa bertemu masyarakatnya, terutama anak-anak mudanya yang sangat berbakat. Mereka adalah masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk membagikan pengalaman positif tersebut kepada masyarakat di Ukraina, sekaligus membuka peluang kunjungan lanjutan di masa mendatang.
“Saya pasti akan menceritakan tentang keramahan orang-orang di sini dan semangat anak-anaknya. Itu sangat berkesan bagi saya,” tambahnya.
Melalui kegiatan Diplomatic Forum ini, Pemerintah Kota Sukabumi tidak hanya memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional. Sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan menjadi fokus penjajakan kemitraan dengan negara-negara sahabat.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
