26.7 C
Jakarta
Kamis, Maret 5, 2026

Latest Posts

Perpusnas: Budaya Gemar Membaca akan Sasar Daerah 3T

Wartain.com || Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus melakukan peningkatan budaya gemar membaca. Salah satu fokus penguatan budaya gemar membaca akan menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Saya berharap daerah 3T itu nanti akan terbentuk kebiasaan membaca. Dan di sana kebiasaan membaca akan tumbuh dengan kehadiran buku-buku berkualitas,” kata Plt Kepala Perpusnas Aminudin Aziz dalam acara diskusi budaya Literasi di Perpusnas, Jumat 19/01/2024

Ia pun meyakini sasaran daerah 3T untuk penanaman budaya gemar membaca akan berjalan dengan lancar. Pasalnya, di daerah pinggiran pengaruh gawai terhadap anak bisa jadi tak sekuat di kota.

“Mudah-mudahan ada ketertarikan baru. Saya sih sangat yakin kalau daerah-daerah yang pinggiran, daerah 3T segala macam itu, enggak akan terlalu peduli dengan gawai,” jelasnya.

Di sisi lain, ia melihat sejatinya budaya baca di Indonesia melainkan cukup tinggi. Tapi, ada kendala berupa fasilitas buku yang tersedia, baik yang cetak maupun elektronik, masih kurang.

“Karena persoalan yang ada adalah kurangnya buku, maka di masa depan kami menargetkan untuk menyediakan 1.000 judul buku di masing-masing 10.000 lokus,” kata dia.

Setelah pengiriman buku dilakukan, dia menjelaskan, akan ada pelatihan yang diberikan kepada para pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di setiap lokus. Langkah itu diambil untuk menyentuh masyarakat secara langsung karena merekalah yang akan menerima manfaat secara langsung.

“Fokus kami untuk penyediaan buku ini kan untuk anak PAUD dan SD. Adanya di desa. Kami menyebutnya dengan Gerakan Indonesia Membaca. Ini kita mulai dari awal bagaimana anak akan bisa lebih mengenal buku melalui buku cetak ini,” jelas diaKarena persoalan yang ada adalah kurangnya buku, maka di masa depan kami menargetkan untuk menyediakan 1.000 judul buku di masing-masing 10.000 lokus,” kata dia.

Setelah pengiriman buku dilakukan, dia menjelaskan, akan ada pelatihan yang diberikan kepada para pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di setiap lokus. Langkah itu diambil untuk menyentuh masyarakat secara langsung karena merekalah yang akan menerima manfaat secara langsung.

“Fokus kami untuk penyediaan buku ini kan untuk anak PAUD dan SD. Adanya di desa. Kami menyebutnya dengan Gerakan Indonesia Membaca. Ini kita mulai dari awal bagaimana anak akan bisa lebih mengenal buku melalui buku cetak ini,” jelas dia.***

Foto: Perpusnas

Editor: Raka A. Firmansyah

(Ruswandi)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.