26.7 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Latest Posts

Siswi MI di Sukaraja Sukabumi Terluka Diduga Akibat Food Tray MBG, Video Viral di Medsos

Wartain.com || Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirumput, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka di bagian jari tangan, ramai beredar di media sosial.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin pagi (6/3/2026), saat siswi tersebut tengah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya. Luka terjadi ketika ia memegang wadah makanan atau ompreng (food tray) yang digunakan dalam program tersebut.

Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan medis kepada siswi yang terluka. Ia menegaskan, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung merespons dan memastikan siswa mendapatkan penanganan yang cepat. Video yang beredar sebenarnya awalnya dibuat untuk keperluan laporan internal kepada pihak dapur, karena luka yang dialami cukup serius dan mengeluarkan darah,” ujar Ruslan, Rabu (8/3/2026).

Ia menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan catatan sekolah, insiden serupa terkait teknis wadah makanan sebenarnya pernah terjadi hingga empat kali. Namun sebelumnya hanya berupa luka ringan, sehingga ditangani secara internal tanpa dilaporkan ke penyedia makanan.

Ruslan juga mengungkapkan, sempat terjadi ketegangan dengan orang tua siswa akibat miskomunikasi. Saat orang tua datang untuk meminta penjelasan, pihak koordinator program MBG di sekolah sedang fokus pada aktivitas lain sehingga terjadi kesalahpahaman.

“Kami memahami reaksi orang tua. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, baik kepada keluarga siswa maupun pihak dapur, atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tentu ini bukan hal yang diharapkan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai secara umum program MBG di sekolahnya mendapat tanggapan positif, baik dari siswa maupun orang tua. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen meningkatkan koordinasi agar pelaksanaan program berjalan lebih aman.

Di sisi lain, orang tua siswi, Ujang Roji (47), menyatakan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui anaknya, Safa Nafisa Rosdiani (9), mengalami luka. Namun setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah dan pengelola dapur, persoalan dinilai telah selesai dengan baik.

“Awalnya tentu kami kaget, tapi setelah ada komunikasi yang difasilitasi sekolah dan pihak dapur, semuanya menjadi jelas dan bisa diselesaikan,” ungkap Ujang.

Ujang juga mengapresiasi respons cepat dari pihak sekolah dan tim dapur yang langsung mendatangi kediamannya. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam meningkatkan komunikasi antar pihak.

“Kami berterima kasih atas respons cepatnya. Harapannya ke depan komunikasi bisa lebih baik agar jika ada masalah bisa segera ditangani,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, mengatakan pihaknya baru mengetahui insiden tersebut setelah menerima laporan dari sekolah. Menurutnya, tim dapur langsung merespons dengan menyampaikan permohonan maaf serta menawarkan bantuan biaya pengobatan.

“Kami sempat mengira masalah ini sudah selesai karena tidak ada laporan lanjutan. Namun kami kaget ketika kejadian ini viral di media sosial,” kata Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya telah kembali mendatangi sekolah untuk menggali kronologi secara lebih rinci serta bertemu dengan keluarga siswa guna memastikan penyelesaian berjalan baik.

Terkait isu adanya kejadian serupa sebelumnya, Faisal menegaskan bahwa pihaknya baru kali ini menerima laporan resmi terkait wadah makanan yang berpotensi melukai siswa.

“Bagi kami, satu kejadian saja sudah menjadi evaluasi penting. Ke depan kami akan memperketat proses pengecekan kelayakan food tray sebelum didistribusikan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak SPPG berkomitmen meningkatkan standar pengawasan di dapur agar seluruh perlengkapan yang digunakan benar-benar aman bagi siswa.

“Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas. Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.