Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/4/2026) menyebabkan tebing setinggi 15 meter di Perumahan Griya Sukalarang Asri, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, longsor dan menimpa sebuah rumah.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, material longsor berupa tanah dan bebatuan menghantam dinding belakang rumah hingga jebol. Akibatnya, bagian dalam rumah dipenuhi material longsoran.
Pemilik rumah, Rahmat Danu Atmaja (70), mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, ia bersama istrinya tengah berada di dalam rumah.
Awalnya, Rahmat mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah. Ia pun langsung bergegas menyelamatkan diri.
“Saya keluar, tahu-tahu ada batu besar, gelundung dua. Saya langsung melompat, sampai menghantam pagar bambu, bahkan sempat kena besi,” ujar Rahmat, Minggu (12/4/2026).
Namun nahas, istrinya tertinggal di dalam rumah dan sempat terjepit material longsor hingga mengalami luka pada bagian kaki.
“Istri saya masih di dalam, pintunya sudah tertutup batu dan kakinya terjepit. Tidak bisa bergerak karena tertimpa tanah dan batu, jadi bengkak,” lanjutnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Mereka mendobrak pintu serta merusak teralis untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam rumah.
“Dibantu warga, pintunya didobrak dan teralis dirusak. Lama-lama akhirnya bisa diangkat dan diselamatkan,” katanya.
Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke RS Hermina untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Saat ini, Rahmat bersama istrinya mengungsi di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Haris Sugiarto, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa masih melakukan inventarisasi kerugian akibat kejadian tersebut.
Selain itu, upaya penanganan terus dilakukan dengan membersihkan area tebing guna mengantisipasi longsor susulan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memberikan bantuan kepada korban.
“BPBD sudah turun ke lokasi. Pohon-pohon di atas tebing juga mulai ditebang. Kami juga akan mengajukan bantuan ke berbagai pihak seperti BAZNAS dan Dinas Sosial,” ujar Haris.
Ia turut mengapresiasi kesigapan warga dan aparat yang cepat merespons kejadian tersebut sehingga dampak yang lebih buruk dapat dihindari.
“Begitu ada laporan, Pak RT langsung bergerak. Staf desa, BPBD, Polsek, hingga Damkar semua turun. Ambulans juga langsung membawa korban ke rumah sakit. Alhamdulillah semua pihak sigap membantu,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
