26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Teknologi XR Jadi Andalan “Pelangi di Mars”, Bukti Lompatan Baru Film Indonesia

Wartain.com || Film Pelangi di Mars tidak hanya hadir sebagai tontonan hiburan semata, tetapi juga menjadi penanda kemajuan teknologi dalam industri perfilman nasional. Di balik visual megah yang ditampilkan, film ini mengandalkan teknologi Extended Reality (XR) yang masih tergolong baru, bahkan di tingkat global.

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film berdurasi 112 menit ini menghadirkan kualitas CGI yang mampu menyaingi produksi luar negeri. Visual robot dan lanskap planet Mars digarap dengan detail tinggi, memberikan pengalaman sinematik yang imersif bagi penonton.

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa penggunaan XR menjadi tulang punggung dalam proses kreatif film ini. Teknologi tersebut memungkinkan para kreator memvisualisasikan ide secara lebih luas dan realistis.

Ia juga menekankan bahwa Pelangi di Mars merupakan hasil kerja kolaboratif ratusan talenta kreatif Indonesia. Proses produksinya bahkan memakan waktu hingga lima tahun, melibatkan animator, editor, hingga seniman efek visual.

“Film ini bukan hanya karya kami, tapi hasil dari kontribusi banyak orang yang mencurahkan ide dan tenaganya,” ujar Dendi.

Sang sutradara, Upie Guava, menyebut film ini sebagai bentuk gerakan bersama untuk mendorong kemajuan industri film Tanah Air. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Teknologi XR Jadi Andalan “Pelangi di Mars”, Bukti Lompatan Baru Film Indonesia (Foto : RAF)

Di tengah kemajuan teknis yang ditawarkan, Pelangi di Mars tetap mengusung cerita yang ringan dan mudah dipahami, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

Respons positif pun datang dari penonton, termasuk di Kota Sukabumi yang turut menjadi salah satu lokasi penayangan saat momen libur Lebaran. Salah satu penonton, Dwi Itami (36), mengaku terkesan dengan kualitas visual sekaligus pesan edukatif yang disampaikan film tersebut.

Menurutnya, film ini mampu memperkenalkan istilah ilmiah kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk mencintai bumi.

Selain itu, ia juga menilai alur cerita film ini cukup jelas dan mudah diikuti, sehingga anak-anak dapat menikmati setiap bagian tanpa kesulitan memahami jalan cerita.

Film ini juga diperkuat oleh deretan aktor dan pengisi suara ternama seperti Rio Dewanto, Lutesha, Livy Renata, serta Gilang Dirga dan Kristo Immanuel.

Dengan mengusung teknologi mutakhir dan melibatkan ratusan kreator lokal, Pelangi di Mars menjadi bukti nyata bahwa industri film Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di level internasional.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.