26.7 C
Jakarta
Rabu, Mei 27, 2026

Latest Posts

Tidak Ada Perayaan yang Berlebihan, Masyarakat Kampung Cikawung Rayakan Idul Adha dengan Penuh Kesederhanaan

Wartain.com – Pagi di Kampung Cikawung, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terasa berbeda. Tak ada dentuman petasan, tak ada panggung megah, hanya kumandang takbir yang mengalun pelan dari masjid kampung. Masyarakat di desa yang terletak di kaki Gunung Gede ini menyambut Idul Adha 1447 H dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

Sejak pukul 06.30 WIB, warga sudah mulai berdatangan ke Masjid yang berada di tengah kampung. Anak-anak mengenakan baju koko baru, para ibu membawa sajadah, sementara bapak-bapak membawa tikar seadanya. Suasana kekeluargaan langsung terasa sejak awal.

Salat Idul Adha dilaksanakan berjamaah dengan imam dari tokoh agama setempat, Ustadz Saadudin Khutbah yang disampaikan menekankan pentingnya meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam berkorban. Pesan itu disimak dengan khidmat oleh seluruh jamaah.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini warga Kampung Cikawung menyumbang beberapa ekor kambing. Semua hewan disembelih di area khusus yang dipersiapkan secara gotong royong sehari sebelumnya.

Proses penyembelihan berjalan tertib. Para pemuda dan orang tua  yang bertugas sudah dibagi peran, mulai dari memegang hewan, membantu jagal, hingga mengangkut daging. Tidak ada kerumunan yang berlebihan, semua berjalan sesuai pembagian tugas yang disepakati.

“Di kampung kami, Idul Adha itu bukan soal meriah-meriahan. Yang penting dagingnya sampai ke warga, terutama yang kurang mampu. Itu sudah cukup,” kata Bah Mulya, yang menjabat sebagai ketua RT 004 RW 003 ini.

Tidak Ada Perayaan yang Berlebihan, Masyarakat Kampung Cikawung Rayakan Idul Adha dengan Penuh Kesederhanaan (Foto : Aab)

Setelah dipotong, daging kurban langsung ditimbang dan dikemas dalam kantong plastik sederhana. Proses ini melibatkan para pemuda dan orangtua. Mereka bekerja cepat agar pembagian bisa selesai sebelum siang.

Pembagian daging dilakukan door to door oleh para pemuda. Setiap rumah mendapat jatah yang sama, tanpa memandang status ekonomi. Cara ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Kampung Cikawung agar tidak ada yang merasa dibeda-bedakan.

Anak-anak turut terlibat dengan membawa kantong kecil berisi daging untuk tetangga di sebelah rumah. Momen itu menjadi ajang belajar bagi mereka tentang arti berbagi dan kepedulian sosial sejak dini.

Meski tanpa hiburan dan dekorasi, suasana kampung terasa hangat. Warga saling menyapa, bercanda, dan membantu satu sama lain. Tidak ada jarak antara yang mampu dan yang kurang mampu. Semua duduk bersama menikmati suasana hari raya.

Bagi warga, kesederhanaan ini justru membuat Idul Adha terasa lebih khidmat. Mereka percaya, nilai kurban bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada ketulusan hati dalam berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kalau meriah berlebihan, kadang maknanya hilang. Di sini kami ingin anak cucu tahu, Idul Adha itu tentang memberi, bukan tentang pamer,” ujar Misbah atau yang akrab disapa Dodok, warga Kampung Cikawung yang turut membantu pembagian daging.

Dengan semangat itu, perayaan Idul Adha di Kampung Cikawung selesai menjelang sore. Tidak ada sisa euforia berlebihan, hanya rasa syukur dan harapan agar ibadah kurban mereka diterima Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.