Wartain.com || Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) kembali diberlakukan di wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2026) pada pukul 14.00 WIB. Skema ini diterapkan dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik libur panjang.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan penerapan one way difokuskan untuk mempercepat pergerakan kendaraan yang didominasi wisatawan usai berlibur.
Ia menjelaskan, arus kendaraan yang melintas mayoritas berasal dari kawasan wisata, seperti Pelabuhan Ratu, Pantai Ujung Genteng, hingga sejumlah destinasi di Sukabumi Kota. Hal ini menandakan tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik.
“Mayoritas kendaraan berasal dari arah Pelabuhan Ratu dan kawasan wisata lainnya. Ini merupakan arus balik wisata,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pihaknya telah menerapkan sistem one way sebanyak kurang lebih 10 kali. Kebijakan tersebut dinilai cukup efektif dalam mengurangi kepadatan serta mempercepat arus kendaraan menuju Gerbang Tol Parungkuda.
“Kami sudah sekitar 10 kali menerapkan one way selama operasi ini, dan alhamdulillah cukup membantu menarik arus kendaraan ke arah tol,” kata Abdurrohman.
Ia menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi hari ini, seiring akan kembali normalnya aktivitas perkantoran, ASN, dan sektor industri pada hari berikutnya. Selain itu, lonjakan kendaraan juga diprediksi masih akan terjadi pada 29 Maret mendatang.
Pihak kepolisian turut mengimbau para pengendara, khususnya dari arah Jakarta dan Bogor yang terdampak penghentian sementara akibat rekayasa lalu lintas, untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami harap para pengendara dapat memahami kondisi ini. Rekayasa one way dilakukan demi kelancaran bersama,” jelasnya.
Penerapan sistem one way sendiri bersifat situasional, dengan durasi antara 30 hingga 60 menit, tergantung kondisi kepadatan di lapangan.
Dengan langkah ini, diharapkan arus balik kendaraan dari wilayah Sukabumi menuju Jakarta dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
