26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Latest Posts

Penipuan Tabungan Hari Raya di Sukabumi: Ratusan Warga Terancam Kehilangan Uang Lebaran

Wartain.com || Menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ratusan warga Sukabumi harus menghadapi kenyataan pahit akibat dugaan penipuan berkedok Tabungan Hari Raya (Tahara). Uang yang mereka kumpulkan selama berbulan-bulan untuk kebutuhan Lebaran kini terancam hilang, sementara pemilik tabungan, DS (38), dikabarkan melarikan diri.

Ratih (27), seorang agen Tahara asal Cidolog, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu korban yang mengalami kerugian besar. Ia bertanggung jawab atas tabungan 21 membernya dengan total dana mencapai Rp58 juta, yang seluruhnya telah disetorkan ke rekening pribadi DS. Sesuai kesepakatan, dana tersebut seharusnya bisa dicairkan dalam bentuk uang baru serta paket sembako dan cookies seminggu sebelum Lebaran. Namun, harapan itu pupus setelah DS menghilang.

“Kami baru menyadari ada yang tidak beres setelah mendekati tanggal pencairan, tetapi DS tidak bisa dihubungi. Saat kami datangi rumahnya, ternyata sudah kosong,” ungkap Ratih, Sabtu (22/3/2025).

Modus penipuan ini diduga telah berlangsung selama lima tahun, dengan sistem tabungan di mana member menyetor uang melalui agen, yang kemudian meneruskannya ke rekening DS. Nominal tabungan bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2 juta per bulan, bahkan ada yang mencapai total puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Evi Sopia (38), agen Tahara asal Kecamatan Sukaraja, juga mengalami nasib serupa. Ia kehilangan Rp30 juta yang berasal dari tabungan membernya. Evi dan sejumlah agen lain baru menyadari skema penipuan ini setelah mendapatkan informasi dari korban lain bahwa DS telah melarikan diri.

“Kami semua sama-sama korban. Member meminta uang mereka kembali, tapi kami pun tidak tahu harus meminta ke siapa. Semua uang sudah ditransfer ke rekening owner,” keluh Evi.

Hingga saat ini, sebanyak 16 agen Tahara telah melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi Kota. Mayoritas agen berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang berharap uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih sistem tabungan nonformal. Aparat kepolisian masih terus menyelidiki keberadaan DS dan berupaya mengungkap lebih lanjut dugaan skema penipuan yang menelan total kerugian hingga hampir Rp1 miliar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.