Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan
Wartain.com || Wahai saudara-saudari sejiwa! Sudah terlalu lama kita tercerai berai. Jiwa-jiwa manusia berserakan di jalan-jalan dunia yang gemerlap namun kosong. Hati kita dibelah oleh perselisihan, prasangka, dan keakuan. Padahal sejatinya kita berasal dari satu cahaya, satu napas, satu cinta: cinta Allah dan Rasulullah ﷺ. Dan kepada cinta itulah kita seharusnya kembali.
Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami mengajak engkau — siapapun engkau — untuk kembali hidup bersama dalam semangat saling asah, saling asih, dan saling asuh. Kita tidak ditakdirkan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk saling menguatkan. Kita tidak diciptakan untuk bersaing dalam keangkuhan, tetapi untuk berlomba dalam kebaikan.
Mari kita bangun kehidupan bersama, bukan dalam ikatan duniawi yang sempit, tetapi dalam ikatan ruhani yang dalam: ikatan persaudaraan karena Allah, persatuan karena cinta Rasulullah ﷺ, dan kebersamaan karena kita semua sedang berjalan pulang ke arah yang sama — kepada Allah, Sang Kekasih Sejati.
Kita ajak diri dan sesama manusia untuk melepaskan segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Bukankah telah banyak yang diperbudak oleh harta, jabatan, nama besar, dan sistem-sistem dunia yang menyesatkan? Bukankah banyak yang telah lupa kepada Allah dan justru mengabdi kepada hawa nafsu dan para penguasa yang zalim?.
Mari kita tolong manusia, bukan dengan kekuasaan, tetapi dengan kesadaran. Kita bisikkan ke telinga hati mereka: “Tidak ada Tuhan selain Allah. Jangan kau sembah dunia, jangan kau patuh kepada kezaliman. Kembalilah kepada Rabb-mu.”
Kita hadir bukan sebagai penguasa, tapi sebagai saudara. Kita datang bukan membawa ambisi, tapi membawa rahmat. Kita bangkit bukan untuk merebut dunia, tapi untuk membebaskan manusia dari belenggu-belenggu palsu menuju penghambaan sejati kepada Tuhan yang Maha Benar.
Kita bukan gerakan politik. Kita bukan sekadar tarekat. Kita adalah suara cinta yang mengajak pulang. Kita adalah anak-anak Adam yang ingin kembali ke taman ketenteraman. Kita adalah umat Muhammad ﷺ yang ingin menghidupkan kembali ajaran beliau: kasih sayang, kejujuran, kesederhanaan, dan ketauhidan.
Mari, wahai jiwa-jiwa yang masih tersisa fitrahnya. Mari hidup bersama dalam cinta. Mari bertumbuh bersama dalam cahaya. Mari bersujud bersama dalam kelembutan. Mari saling menguatkan dalam ujian. Mari saling mendoakan dalam diam.
Tidak perlu banyak syarat. Yang penting hatimu rindu Allah. Yang penting engkau siap membersihkan diri dari berhala-berhala batin. Yang penting engkau mau berjalan bersama, walau pelan, menuju wajah Allah yang penuh rahmat.
Kita tidak akan sempurna. Kita akan terus belajar. Tapi selama kita bersama, saling cinta karena Allah dan Rasulullah, maka kita telah berada di jalan yang benar.
Mari pulang, saudaraku. Mari kembali menjadi manusia. Mari kembali menjadi hamba. Mari kembali kepada Allah SWT, dalam damai, dalam cinta, dalam rida.
La ilaha illa Allah. Muhammad Rasulullah.
Kita hidup bersama. Kita pulang bersama.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
