26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026

Latest Posts

Aliansi Aktivis Kota Tuntut Gubernur Jabar Tegas Berantas Mafia Perusak Lingkungan di Cidahu

Wartain.com || Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Kota mendatangi Gedung Sate, Bandung, Senin (11/8/2025), untuk mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi, segera mengambil langkah konkret dalam mewujudkan kota hijau serta menindak tegas jaringan perusak lingkungan.

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti kerusakan hutan di Blok Cangkuang, kawasan Gunung Salak, Desa Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Kawasan itu diduga mengalami pembabatan pohon secara masif hingga memicu kerusakan ekosistem, yang kemudian berkontribusi pada terjadinya banjir dan kekeringan di wilayah setempat.

Koordinator aksi, Bahtiar, menegaskan bahwa janji pemerintah daerah untuk membangun ruang terbuka hijau dan memperkuat perlindungan lingkungan harus segera dibuktikan.

“Kami menagih janji Gubernur Jawa Barat. Kerusakan lingkungan di daerah kami semakin parah, sementara masyarakat terus menderita akibat banjir dan kekeringan,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Di tengah unjuk rasa, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak sejumlah perwakilan massa untuk berdialog. Namun, dalam audiensi itu, disampaikan bahwa program lingkungan baru akan dijalankan pada tahun depan. Pernyataan ini memicu kekecewaan peserta aksi.

“Kalau programnya baru dimulai tahun depan, artinya warga harus menanggung derita setahun lagi. Seharusnya Wakil Gubernur bisa segera turun tangan,” tegas Bahtiar.

Aliansi Aktivis Kota menyerahkan pernyataan sikap yang berisi empat tuntutan utama:

* Melakukan investigasi menyeluruh terhadap pihak yang terlibat perusakan hutan, baik individu, kelompok, maupun korporasi, serta menindak tegas sesuai hukum.

* Memperkuat infrastruktur mitigasi bencana, termasuk tanggul, drainase, sistem peringatan dini, dan jalur evakuasi.

* Memberikan bantuan dan kompensasi yang layak kepada warga terdampak, mencakup logistik darurat, bantuan sosial, dan program pemulihan ekonomi.

* Membentuk Satgas Khusus Lingkungan Hidup dan Pengawasan Hutan di Gunung Salak yang melibatkan masyarakat lokal.

Staf Gubernur Bidang Lingkungan dan Kehutanan, Ermawan Dalisaputra, yang hadir bersama dua rekannya, menyatakan pihaknya akan memverifikasi laporan warga dan membentuk tim investigasi.

“Kami akan menelusuri kebenaran informasi terkait kerusakan di Blok Cangkuang dan membentuk tim khusus untuk menanganinya,” kata Ermawan.

Sebelumnya, kekhawatiran warga Kecamatan Cidahu yang berada di lereng Gunung Salak terbukti saat hujan deras mengguyur kawasan itu pada Minggu (3/8/2025). Dua sungai utama, yakni Sungai Cibojong di Cidahu dan Sungai Rasamala di Cicurug, meluap hingga membanjiri permukiman dan lahan pertanian. Longsor juga terjadi di beberapa titik.

Rohadi (75), tokoh masyarakat setempat, menuturkan pembabatan pohon di kawasan hulu telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Jenis-jenis kayu bernilai tinggi seperti Mangong, Damar, Jengjeng, Pasah, Saninten, dan Puspa ditebang, termasuk Pinus dan Damar yang sebelumnya ditanam untuk program penghijauan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.