26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026

Latest Posts

Teknologi Digital Dorong Panen Raya Ikan Nila di Sukabumi

Wartain.com || Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar kegiatan panen raya ikan Nila bersama para pembudidaya di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cimancur Cimahi Farm Feed, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025).

Acara ini menjadi penanda keberhasilan penerapan teknologi micro bubble aerator, sebuah inovasi alat pembuat gelembung mikro yang berfungsi meningkatkan kadar oksigen di air dan dapat dikendalikan jarak jauh melalui aplikasi di ponsel pintar.

Sejak Mei 2025, Kemkomdigi telah menyalurkan teknologi ini kepada delapan kelompok pembudidaya ikan Nila di Sukabumi untuk digunakan di 60 kolam. Hasilnya, teknologi tersebut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi energi.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa teknologi micro bubble aerator merupakan bagian dari upaya digitalisasi sektor perikanan rakyat. Melalui konektivitas internet, para pembudidaya kini dapat memantau kondisi kolam secara real time.

“Dengan aplikasi ini, para pembudidaya bisa melihat kadar oksigen dan suhu air dari jarak jauh. Kalau ada penurunan kadar oksigen, bisa langsung diatasi tanpa harus menunggu,” ujar Meutya.

Sementara itu, Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menuturkan bahwa penggunaan micro bubble aerator telah membawa peningkatan hasil panen sekaligus efisiensi biaya.

“Dari laporan para pembudidaya, panen yang sebelumnya hanya tiga kali setahun kini bisa empat kali. Tingkat kelangsungan hidup ikan pun naik dari 80–85 persen menjadi sekitar 95 persen. Selain itu, konsumsi listrik juga turun hingga 40 persen dibandingkan penggunaan kincir konvensional,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut turut dirasakan langsung oleh Abdullah Agus Salim, salah satu pembudidaya penerima bantuan teknologi. Menurutnya, hasil panen meningkat drastis sejak menggunakan perangkat tersebut.

“Dulu per kolam hanya bisa menghasilkan 1–2 kuintal per siklus. Sekarang bisa mencapai 1 ton sekali panen,” ungkap Agus.

Namun, Agus juga menyoroti tantangan di sisi distribusi. Melimpahnya hasil panen membuat pasokan ikan Nila sering kali tidak terserap pasar lokal. Ia pun berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadikan ikan Nila sebagai menu rutin sekaligus menyalurkan hasil produksi mereka.

“Kalau 100 dapur MBG membutuhkan 400 kilogram ikan per dapur, berarti kami bisa memasok hingga 40 ton per bulan. Itu akan sangat membantu pembudidaya seperti kami,” kata Agus.

Panen raya tersebut secara simbolis ditandai dengan kegiatan menyerok ikan langsung dari kolam oleh Menkomdigi Meutya Hafid, Dirjen Edwin Hidayat Abdullah, dan Bupati Sukabumi Asep Japar. Ketiganya bersama para pembudidaya tampak antusias menyambut hasil panen yang menjadi bukti nyata sinergi antara teknologi digital dan sektor perikanan rakyat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.