26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026

Latest Posts

Generasi Muda Hidupkan Lagi Kejayaan Kopi Sukabumi, Targetkan 10 Ribu Pohon di Ciletuh

Wartain.com || Upaya mengembalikan kejayaan kopi Sukabumi kembali digelorakan oleh generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh Indra Saputra, petani muda yang memulai penanaman ratusan pohon kopi di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Minggu (12/10/2025).

Penanaman perdana tersebut menjadi bagian dari gerakan jangka panjang untuk menghidupkan kembali warisan kopi Sukabumi yang sempat berjaya di masa kolonial Belanda dan dikenal dengan sebutan Black Gold.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bertani itu asyik. Dari lahan yang ada, kami mulai menanam kopi lagi agar kejayaan kopi Sukabumi bisa kembali,” kata Indra, Minggu (19/10/2025)

Indra menargetkan penanaman 10 ribu pohon kopi dalam dua tahun mendatang di lahan seluas lima hektare. Tahap awal dilakukan dengan menanam 500 pohon sebagai bagian dari riset untuk melihat kesesuaian jenis kopi dengan kondisi alam di kawasan Ciletuh.

“Awal ini kami tanam 500 pohon dulu, nanti berlanjut bulan depan. Tahun pertama kami gunakan untuk riset pertumbuhan Robusta di sini,” jelasnya.

Jenis kopi yang ditanam adalah Robusta dan Liberica, yang dinilai paling cocok dengan karakter tanah dan suhu panas kawasan pesisir Ciletuh. Selain menanam, Indra juga berencana membangun ekosistem kopi terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penanaman, pengolahan biji, hingga penyeduhan.

“Kami ingin membangun kawasan edukasi kopi, tempat orang bisa belajar langsung dari menanam sampai menyeduh. Harapannya juga bisa jadi destinasi wisata edukatif,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Adi Taroepratjeka, Q Grader Arabica dan praktisi kopi nasional, bersama Mia Lakhsmi dan Rivo Trie dari Specialty Coffee Indonesia. Ketiganya terlibat dalam pendampingan teknis dan memastikan proses penanaman dilakukan sesuai standar mutu tinggi.

“Langkah ini sangat penting karena bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi petani. Banyak yang menganggap petani tidak keren, padahal justru merekalah yang punya aset nyata,” ujar Adi.

Menurutnya, gerakan seperti ini perlu diperluas agar generasi muda kembali tertarik menekuni dunia pertanian. “Menanam itu pekerjaan mulia. Kalau dilakukan dengan benar, hasilnya bisa besar. Petani bukan miskin, mereka hanya tidak tampil glamor,” tegasnya.

Indra menambahkan, gerakan menanam kopi ini juga merupakan bentuk keprihatinan terhadap makin menyusutnya lahan pertanian di Sukabumi akibat alih fungsi menjadi kawasan perumahan dan industri.

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Kami ingin kopi kembali jadi kebanggaan daerah dan penopang ekonomi seperti dulu,” ujarnya.

Dengan meningkatnya permintaan kopi lokal dan menjamurnya kedai kopi di Sukabumi, Indra optimistis gerakan ini bisa membuka babak baru bagi kopi Sukabumi di pasar nasional maupun global.

“Kalau kopi luar bisa dikenal dunia, kenapa kopi Sukabumi tidak? Potensinya besar, tinggal kemauan dan kolaborasi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.