26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 12, 2026

Latest Posts

Jembatan Kopeng Simbol Kemandirian Fiskal Kota Sukabumi, Dibiayai Penuh dari PAD

Wartain.com || Peresmian Jembatan Kopeng pada Kamis (6/11/2025) menjadi lebih dari sekadar momentum infrastruktur baru bagi warga Sukabumi. Proyek ini menandai tonggak penting dalam perjalanan kemandirian fiskal Kota Sukabumi, karena seluruh pembiayaannya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa dukungan dana pusat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyebut pembangunan jembatan tersebut sebagai bukti nyata kemampuan daerah untuk membiayai kebutuhan sendiri. Ia menilai, peningkatan PAD menjadi kunci utama agar pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan dari luar.

“Ini adalah hasil dari kerja keras kita bersama. Jembatan Kopeng dibangun sepenuhnya dari uang rakyat Sukabumi. Inilah bentuk kemandirian kita dalam membangun kota sendiri,” ujarnya dalam sambutan peresmian.

Menurut Ayep, keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi pengelolaan keuangan daerah. Tahun 2025 menjadi tahun penting dengan meningkatnya pendapatan daerah yang memungkinkan realisasi sejumlah proyek strategis. Selain Jembatan Kopeng, pembangunan Gedung Dekranasda dan Gapura Pintu Masuk Kota Sukabumi juga menggunakan sumber dana serupa.

Ia menambahkan, tahun 2026 Pemkot telah menyiapkan sejumlah rencana pembangunan lainnya, seperti Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, perbaikan Gedung Aher, jembatan penghubung Cibeureum–pusat pemerintahan, hingga Lapang Merdeka kedua di Cibeureum.

Lebih jauh, Ayep menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah agar masyarakat mengetahui arah penggunaan pajak yang dibayarkan.

“Uang pajak masyarakat harus kembali untuk kepentingan publik. Tidak boleh ada penyimpangan. Saya akan pastikan setiap rupiah digunakan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Wali Kota juga mengajak warga untuk semakin disiplin dalam membayar pajak sebagai bentuk partisipasi membangun kota.

“Kalau ingin kota ini maju, maka PAD-nya harus kuat. Karena itu, mari taat membayar pajak dan PBB-P2. Uang itu kembali untuk kepentingan kita sendiri,” katanya.

Selain aspek fiskal, Ayep turut menyoroti capaian positif Kota Sukabumi dalam bidang ekonomi. Saat ini, pertumbuhan ekonomi daerah melampaui rata-rata nasional, tingkat kemiskinan menurun, dan Sukabumi masuk dalam 11 nominasi Kota Inovatif di Indonesia dari 92 kota.

“Kami optimistis, dengan semangat gotong royong dan kemandirian, ke depan tidak akan ada lagi kemiskinan di Kota Sukabumi,” ucapnya penuh keyakinan.

Peresmian Jembatan Kopeng turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran Forkopimda, serta warga sekitar. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan sosial kepada 30 warga Kelurahan Karamat yang terdampak bencana.

Dengan beroperasinya jembatan ini, mobilitas warga semakin lancar dan aktivitas ekonomi di kawasan Kopeng diharapkan semakin berkembang — mempertegas bahwa kemandirian fiskal daerah kini bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi kenyataan di Kota Sukabumi.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.