Wartain.com || Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Raya Cibadak–Sukabumi, tepatnya di depan kawasan PT Cosmo Technology Indonesia, Kampung Batununggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026) sore menjelang magrib.
Korban diketahui bernama Ari, warga Pabuaran, berstatus belum menikah. Informasi tersebut disampaikan oleh Lukman, salah seorang warga yang mengaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.
“Korban orang Pabuaran, namanya Ari, belum menikah. Kalau kronologi pastinya saya tidak tahu secara detail, hanya ada informasi yang menyebutkan melibatkan kendaraan dari arah Cihelang,” kata Lukman.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, korban saat itu baru saja melintas dari arah Cisaat dan diduga hendak menuju Cihelang. Saat melaju di depan PT Cosmo Technology Indonesia, kecelakaan pun tak terhindarkan.
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, korban mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Satria F dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Cisaat menuju Cibadak.
Diduga, korban menabrak sebuah kendaraan angkutan kota (angkot) yang tengah berhenti akibat kepadatan lalu lintas di jalur menuju Cibadak.
Benturan keras menyebabkan korban terlempar ke sisi kanan jalan, sementara sepeda motornya terpental ke arah kiri. Motor tersebut diduga sempat terlindas oleh sebuah truk boks berwarna kuning yang kemudian melaju meninggalkan lokasi ke arah Cisaat.
“Korban terpental ke kanan, motornya ke kiri. Ada truk boks kuning yang diduga melindas motor korban lalu kabur ke arah Cisaat,” ujar warga.
Upaya penelusuran melalui kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi belum membuahkan hasil. Rekaman tidak dapat memperlihatkan kejadian secara jelas karena pandangan kamera terhalang antrean kendaraan saat kemacetan terjadi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan luka terbuka yang mencolok pada tubuh korban. Namun terdapat luka di bagian kepala dan korban diduga mengalami cedera dalam yang mengakibatkan meninggal dunia di tempat kejadian.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
