Wartain.com || Identitas mayat pria yang ditemukan warga terapung di perairan Pantai Cibuaya, Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Korban diketahui merupakan wisatawan asal Jakarta Timur yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, mengungkapkan bahwa korban bernama Salman Abdul Latif (19), warga Kampung Cipinang Asem RT 14/RW 04, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
“Korban dilaporkan hanyut tergulung ombak di Pantai Goa Langir, Sawarna, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Erwin, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, hingga hari keempat pencarian, tim SAR belum berhasil menemukan korban. Namun, pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB, pihaknya menerima informasi adanya penemuan sesosok mayat di Pantai Cibuaya, Ujunggenteng, yang berjarak kurang lebih 75 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.
“Ciri-ciri yang ditemukan sangat identik dengan korban, yakni mengenakan celana hitam bermotif kotak-kotak serta kalung yang sama seperti yang digunakan Salman saat kejadian,” jelasnya.
Erwin juga memaparkan kronologi awal peristiwa. Pada Jumat (16/1/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan wisatawan asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, tiba di Pantai Goa Langir dan bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai.
Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, empat orang dari rombongan tersebut berenang di laut tak jauh dari lokasi mereka bermalam. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang yakni Salman Abdul Latif dan Alief Athalla Akbar terseret ombak ke tengah laut.
“Alief sempat mencoba menolong korban, tetapi tidak berhasil karena harus menyelamatkan dirinya sendiri. Sementara korban diketahui tidak bisa berenang sehingga terbawa arus laut,” tuturnya.
Alief berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Salman dinyatakan hilang. Erwin menambahkan, saat kejadian kondisi cuaca cukup ekstrem, meski tinggi gelombang masih dalam kategori normal.
Sementara itu, penemuan jasad korban di Ujunggenteng sempat menggegerkan warga setempat. Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, mengatakan mayat pertama kali terlihat oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar pantai.
“Sekitar pukul 17.00 WIB warga yang sedang bermain di pantai melihat jazad dalam posisi telentang terombang-ambing di perairan. Setelah sempat terbawa arus ke tengah, jazad kembali mendekat ke pantai,” ungkap Asep.
Melihat kondisi tersebut, tim gabungan bersama nelayan setempat segera melakukan evakuasi menggunakan perahu nelayan. Sekitar pukul 18.00 WIB, jasad korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki berhasil dievakuasi ke darat.
“Korban mengenakan celana pendek hitam bermotif kotak putih dan kalung tali berwarna hitam,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman serta koordinasi lanjutan terkait penanganan jenazah korban.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
