26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Tercemar oleh Kasih Sayang yang Salah Tempat: Membangun Kembali Kesatuan Umat dalam Cahaya Cinta Allah dan Rasulullah

Esai Tasawuf

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

1. Pengantar: Ketika Cinta Kehilangan Arah

Wartain.com || Dalam ajaran tasawuf, seluruh gerak kehidupan berakar dari cinta (mahabbah). Alam semesta diciptakan karena cinta Ilahi, sebagaimana ungkapan para arif: “Allah menciptakan alam agar Dia dikenal.” Maka manusia sebagai makhluk yang diberi kesadaran memiliki potensi untuk menjadi cermin cinta Ilahi di bumi.
Namun perjalanan sejarah menunjukkan paradoks yang menyedihkan. Peradaban Islam yang dahulu dibangun oleh Rasulullah ﷺ dengan fondasi tauhid, akhlak, dan persaudaraan, perlahan mengalami retak dari dalam. Retakan itu bukan semata karena kekuatan luar, tetapi karena pergeseran orientasi cinta umatnya sendiri.

Ketika cinta kepada dunia, kekuasaan, golongan, dan identitas sempit mengalahkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka lahirlah apa yang oleh sebagian ulama kontemporer disebut sebagai “kasih sayang yang salah tempat.”
Ungkapan ini sering disampaikan oleh Ali Khamenei dalam pesan-pesan spiritualnya kepada umat Islam: bahwa umat bisa hancur bukan karena kekurangan cinta, tetapi karena cinta yang diarahkan pada sesuatu yang keliru.

2. Sumber Cinta Sejati: Allah dan Rasul-Nya

Dalam perspektif tasawuf, cinta memiliki hirarki.

Mahabbah Ilahiyyah – cinta kepada Allah
Mahabbah Rasuliyyah – cinta kepada Rasulullah
Mahabbah Insaniyyah – cinta kepada sesama manusia
Mahabbah Duniyawiyyah – cinta kepada dunia

Ketika urutan ini terbalik, maka manusia kehilangan keseimbangan batinnya.
Para sufi besar seperti Jalaluddin Rumi mengingatkan bahwa cinta kepada dunia tidak boleh menjadi pusat hati, sebab hati manusia adalah singgasana ma’rifatullah. Jika hati dipenuhi oleh ambisi dunia, maka cahaya Tuhan tidak lagi memantul darinya.
Inilah tragedi yang sering terjadi dalam perjalanan umat:
cinta kepada Allah berubah menjadi slogan, sementara cinta kepada kekuasaan menjadi kenyataan.

3. Pergulatan Negara dan Perebutan Hajat Manusia

Sejarah modern menunjukkan bagaimana negara-negara besar terlibat dalam pertarungan geopolitik untuk menguasai sumber daya dan arah peradaban manusia.
Energi, pangan, teknologi, bahkan narasi budaya menjadi alat perebutan kekuasaan global. Dalam situasi ini, umat Islam sering menjadi arena perebutan kepentingan, bukan subjek yang menentukan arah sejarahnya sendiri.

Dalam pandangan tasawuf, problem ini bukan sekadar politik atau ekonomi. Akar terdalamnya adalah krisis kesadaran tauhid.

Ketika tauhid melemah, manusia mulai:
memuja kekuasaan
memuja identitas kelompok
memuja kepentingan dunia

Akibatnya umat Islam mudah dipecah menjadi berbagai konflik sektarian, ideologis, dan geopolitik.

Padahal Rasulullah ﷺ telah membangun sebuah komunitas yang melampaui batas suku, ras, dan kepentingan duniawi.

4. Peradaban yang Dibangun Rasulullah

Peradaban Islam awal berdiri di atas tiga fondasi:

Tauhid (kesatuan sumber kehidupan)
Ukhuwwah (persaudaraan umat)
Keadilan (tanggung jawab terhadap kemanusiaan)

Ketika Rasulullah ﷺ membangun masyarakat di Madinah, beliau tidak hanya mendirikan negara, tetapi juga membangun kesadaran ruhani umat.

Kesadaran ini melahirkan generasi yang hatinya terikat kepada Allah, bukan kepada kekuasaan.

Para sahabat memahami bahwa kekuasaan hanyalah amanah, bukan tujuan.

Namun ketika generasi berikutnya mulai menjadikan kekuasaan sebagai pusat orientasi, maka konflik internal umat mulai muncul.

Di sinilah peradaban mulai mengalami kemunduran spiritual.

5. Kasih Sayang yang Salah Tempat

Kasih sayang yang salah tempat adalah kondisi ketika manusia mencintai sesuatu secara berlebihan sehingga menyingkirkan cinta kepada Allah.

Contohnya:
cinta kepada kelompok hingga membenci sesama muslim
cinta kepada kekuasaan hingga menindas manusia
cinta kepada dunia hingga melupakan akhirat

Dalam tasawuf, kondisi ini disebut hijab al-qalb — tertutupnya hati dari cahaya Tuhan.
Padahal kasih sayang yang benar seharusnya memancar dari tauhid.
Jika seseorang mencintai Allah dengan benar, maka cintanya kepada manusia akan menjadi rahmat, bukan konflik.

6. Jalan Kembali Menuju Kesatuan Umat

Tasawuf menawarkan jalan batin untuk memulihkan kesatuan umat.
Jalan ini bukan sekadar ideologi atau politik, tetapi transformasi kesadaran manusia.

Beberapa langkah yang diajarkan para arif billah:

1. Tazkiyatun Nafs

Membersihkan jiwa dari kesombongan, fanatisme, dan ambisi kekuasaan.

2. Tajdid Tauhid

Memperbaharui kesadaran bahwa hanya Allah yang menjadi pusat kehidupan.

3. Ukhuwwah Ruhaniyah

Membangun persaudaraan atas dasar cinta kepada Allah, bukan kepentingan dunia.

4. Ma’rifatullah

Mengenal Allah melalui penyucian hati sehingga manusia melihat seluruh makhluk sebagai bagian dari rahmat-Nya.

7. Menuju Umat yang Satu

Kesatuan umat tidak mungkin lahir dari paksaan politik semata. Ia harus lahir dari kesatuan hati.

Para sufi mengajarkan bahwa umat akan kembali bersatu ketika hati manusia kembali kepada sumber cinta yang sejati.
Ketika manusia mencintai Allah di atas segala sesuatu, maka perbedaan mazhab, bangsa, dan budaya tidak lagi menjadi sumber permusuhan.

Sebaliknya, ia menjadi kekayaan dalam rahmat Ilahi. Inilah makna terdalam dari firman Allah bahwa umat Islam seharusnya menjadi “ummatan wasathan”—umat yang menjadi penyeimbang dan pembawa rahmat bagi seluruh alam.

8. Penutup: Revolusi Cinta

Krisis umat Islam pada hakikatnya adalah krisis arah cinta.

Selama cinta manusia masih tertuju pada kekuasaan, dunia, dan identitas sempit, maka perpecahan akan terus terjadi.
Namun ketika cinta kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hati manusia akan dipenuhi oleh cahaya rahmat.

Dari cahaya itulah lahir peradaban yang adil, damai, dan memuliakan manusia.
Tasawuf mengajarkan bahwa perubahan besar di dunia selalu bermula dari revolusi di dalam hati manusia.

Dan revolusi itu dimulai ketika manusia kembali menyadari bahwa cinta sejati hanya milik Allah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.