Wartain.com || Upaya pencarian terhadap Udin (57), warga Kampung Mandaling, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Udin dilaporkan hilang sejak Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat pergi untuk menyadap getah karet.
Hingga kini, berbagai pihak masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban. Pencarian dilakukan oleh aparat kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, pihak perkebunan, serta relawan dan masyarakat sekitar.
Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan bahwa hingga saat ini petugas belum menemukan petunjuk pasti terkait keberadaan korban. Informasi terakhir yang diperoleh hanya menyebutkan bahwa korban terlihat berjalan menuju area kebun tanpa sempat berkomunikasi dengan warga sekitar.
“Dari informasi yang kami dapatkan, yang melihat terakhir hanya melihat dari belakang saja. Tidak ada komunikasi, sehingga kami benar-benar belum memiliki petunjuk yang jelas terkait keberadaan beliau,” ujarnya, Senin (09/03/2026).
Menurut Lenni, pemerintah kecamatan juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban untuk mengetahui kondisi dan latar belakang terakhir sebelum kejadian. Berdasarkan keterangan keluarga, tidak ditemukan masalah serius dalam kehidupan rumah tangga korban.
Namun demikian, diduga korban sedang memikirkan persoalan ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan keluarga seperti zakat fitrah, pakaian Lebaran, serta kebutuhan lainnya.
“Informasi dari keluarga, tidak ada masalah besar. Hanya saja beliau kemungkinan banyak memikirkan kebutuhan menjelang Lebaran. Apalagi beberapa waktu terakhir sering turun hujan sehingga pekerjaan menyadap karet menjadi jarang dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, korban diketahui baru pensiun dari pekerjaannya sekitar satu tahun lalu. Beberapa hak ketenagakerjaan telah diterima, namun masih ada satu hak lainnya yang belum cair sepenuhnya.
Lenni juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Dalam beberapa waktu terakhir, korban kerap mengeluhkan sakit di bagian dada sehingga aktivitas kerjanya terbatas hanya hingga menjelang siang hari.
“Beliau memang punya riwayat sakit jantung. Biasanya bekerja hanya sampai sekitar pukul 11 atau 12 siang, setelah itu beristirahat. Akhir-akhir ini juga sering mengeluhkan sakit di bagian dada,” katanya.
Proses pencarian sempat dihentikan sementara pada dini hari sekitar pukul 02.35 WIB agar para petugas dan relawan dapat beristirahat serta melaksanakan sahur di bulan Ramadhan. Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada pagi harinya dengan menyisir berbagai jalur dan lokasi yang berpotensi dilalui korban.
Tim gabungan bahkan memeriksa sejumlah tempat kosong di sekitar wilayah tersebut guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Semua kemungkinan kita periksa. Tempat-tempat kosong juga sudah disisir. Pencarian terus dilakukan sampai siang hari, kemudian nanti kami akan berkumpul kembali untuk mengevaluasi dan menentukan langkah selanjutnya,” jelas Lenni.
Ia menambahkan, pencarian melibatkan berbagai unsur mulai dari kepolisian, pihak perkebunan, pemerintah kecamatan dan desa, relawan Pramuka Peduli, TKSK, hingga masyarakat yang secara sukarela turun membantu.
“Semua unsur turun tangan. Masyarakat juga sangat antusias membantu pencarian. Mereka bahu-membahu menyisir wilayah sekitar,” katanya.
Pemerintah kecamatan dan keluarga berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Pihaknya juga terus berdoa agar pencarian membuahkan hasil dan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga.
“Kami semua berharap Pak Udin bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat. Mudah-mudahan beliau bisa kembali sehingga kita mengetahui apa yang sebenarnya beliau rasakan selama ini,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
