Wartain.com – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dengan mengoperasikan 23 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Sukabumi, Rabu (30/4/2026).
Langkah ini jadi bentuk komitmen PLN mendorong percepatan ekosistem Electric Vehicle (EV) di daerah. Dengan sebaran 23 titik, pengguna mobil dan motor listrik kini lebih mudah mengakses pengisian daya secara cepat dan nyaman.
Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyebut pembangunan SPKLU sebagai respons PLN terhadap tren teknologi dan kebutuhan masyarakat yang mulai beralih ke energi ramah lingkungan.
“Dengan tersedianya 23 SPKLU di Sukabumi, kami berharap masyarakat semakin yakin untuk beralih ke kendaraan listrik karena akses pengisian daya kini semakin mudah dijangkau,” ujar Eka.
Ia menegaskan PLN akan terus mengevaluasi dan menambah jaringan SPKLU. Titik-titik strategis seperti pusat kota, rest area, pusat perbelanjaan, dan jalur wisata jadi prioritas pengembangan berikutnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menambahkan bahwa infrastruktur SPKLU adalah kunci membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik. Ini sejalan dengan target nasional transisi energi.
“Ketersediaan SPKLU yang memadai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. PLN berkomitmen terus memperluas infrastruktur ini guna mendukung pengurangan emisi karbon,” tegas Sugeng.
Perluasan SPKLU juga mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission 2060. Kendaraan listrik dinilai efektif menekan polusi udara, terutama di kota dengan tingkat kemacetan tinggi seperti Sukabumi.
Untuk memudahkan pengguna, PLN mengarahkan masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Lewat aplikasi itu, pengguna bisa cek lokasi SPKLU terdekat, status ketersediaan, hingga transaksi pengisian daya secara digital.
PLN optimistis kehadiran 23 SPKLU akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Sukabumi. Selain lebih hemat, penggunaan EV juga berkontribusi langsung menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
