26.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Latest Posts

Video Pengakuan Mantan Akuntan Dugaan Korupsi Program MBG di Sukabumi Viral, Pihak Dapur Beri Klarifikasi

Wartain.com || Sebuah video yang berisi pengakuan mantan akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lembursitu, Kota Sukabumi, viral di media sosial setelah mengungkap dugaan praktik manipulasi dalam pengadaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Video tersebut diunggah melalui podcast akun Instagram @jaga_arah dan langsung memicu beragam tanggapan dari warganet.

Dalam rekaman itu, mantan akuntan dapur MBG menyebut pernah menemukan dugaan ketidaksesuaian antara jumlah barang yang dipesan dengan yang diterima.

Ia mencontohkan pada pengadaan beras, di mana jumlah dalam pemesanan berbeda dengan barang yang datang.

“Pernah kita PO, itu PO kaya 11 karung yang dateng cuma 9 karung, pernah itu ke koperasi yayasan. 11, dimark up tetap 11, ke BGN nya juga tetap 11,” ungkapnya dalam
video yang diunggah akun tersebut.

Dalam percakapan podcast itu, mantan akuntan tersebut juga mengaku bahwa dugaan praktik serupa sudah berlangsung cukup lama.

“Udah lama (praktik ini),” katanya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kasatgas MBG Kota Sukabumi mengatakan pihaknya masih perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Sepertinya begitu (di Lembursitu), tapi harus dikonfirmasi Kasatpel SPPG dan Korwilnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, pihak dapur SPPG Lembursitu 2 yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II, Kampung Salakaso, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, memberikan klarifikasi atas video yang beredar tersebut.

Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah, menyampaikan bahwa persoalan yang muncul sebenarnya dipicu oleh kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara akuntan dengan tim dapur, termasuk dengan ahli gizi.

Menurut Fikri, pada hari yang dipersoalkan memang terjadi kekurangan beberapa bahan makanan, sehingga pihak dapur harus melakukan pembelian tambahan secara mendadak pada dini hari agar proses penyediaan makanan tetap berjalan.

“Awalnya ini kita miss komunikasi antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam dan buah. Jadi mau bagaimana lagi, kita kekurangan itu di dini hari, sehingga harus segera membeli langsung ke koperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pembelian tambahan dilakukan untuk menutupi kekurangan bahan yang dibutuhkan pada hari itu. Adapun jumlah tambahan bahan yang dibeli di antaranya beras sekitar tiga karung lebih atau sekitar 75 kilogram, serta ayam sekitar 40 kilogram.

Fikri juga menuturkan bahwa setiap bahan pangan yang datang ke dapur terlebih dahulu disortir untuk memastikan kualitasnya. Dalam beberapa kasus, ditemukan bahan yang tidak layak sehingga harus segera diganti.

“Kita diawali dari barang datang, lalu disortir dulu karena sesuai PO awal. Ternyata ketika disortir ada yang busuk, ada yang rusak berasnya, sehingga harus ada pengganti di dini hari. Jadi kita pesan lagi ke koperasi. Saat pemesanan itu akuntan sedang sakit dan tidak berada di dapur,” jelasnya.

Setelah video pengakuan mantan akuntan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, pihak SPPG Lembursitu 2 mengaku langsung melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan untuk membahas persoalan tersebut.

“Pertama saya menghubungi akuntan bersangkutan untuk mengadakan diskusi lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut, karena memang ada penambahan di hari tersebut juga,” kata Fikri.

Terkait isu yang beredar mengenai pemecatan, Fikri menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap yang bersangkutan. Menurutnya, yang terjadi adalah pengalihan tugas setelah dilakukan pembicaraan bersama pihak terkait.

“Sebetulnya itu bukan pemecatan, tapi dialihkan. Awalnya kami berdiskusi bersama mitra, lalu ada penawaran untuk dipindahkan tugasnya. Dari pihak akuntan juga sempat bertanya kenapa dipindahkan, lalu dijelaskan karena penelitian dan komunikasinya kurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi lanjutan dengan mantan akuntan tersebut untuk memberikan klarifikasi terhadap persoalan yang berkembang di publik.

“Kita juga sudah ada komunikasi dengan akuntan itu dan dia juga sudah mengklarifikasi hal tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.