Wartain.com || Tradisi menyapu koin di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu–Subang, kembali memicu insiden kecelakaan di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026. Seorang pria yang tengah mengais koin di jalur tersebut mengalami luka-luka setelah tertabrak kendaraan yang kehilangan kendali.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB di Jalur Pantura, Desa Sukra. Sebuah mobil Isuzu bernomor polisi B 7764 BDA yang dikemudikan Kusnaedi (32), warga Kabupaten Bogor, awalnya melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Namun di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tersenggol mobil lain dari sisi kiri hingga oleng ke arah kanan.
Dalam kondisi tak terkendali, mobil kemudian menabrak Said (42), seorang penyapu koin yang saat itu berada di atas trotoar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian pelipis dan kaki, lalu segera dilarikan ke RS Mitra Plumbon Patrol untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan penyapu koin musiman asal Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu, yang memanfaatkan momentum arus mudik untuk mencari penghasilan dari koin yang dilempar pengendara.
“Iya benar, penyapu koin tertabrak kendaraan yang alami kecelakaan,” ujar Andi, Rabu (25/3/2026).
Sentara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah dan telah diamankan di Mapolsek Sukra sebagai barang bukti. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kendaraan lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Meski sebelumnya telah ada imbauan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar aktivitas menyapu koin dihentikan karena berbahaya dan mengganggu lalu lintas, praktik tersebut masih terus berlangsung. Petugas kepolisian pun mengaku rutin melakukan penertiban, namun para pelaku kerap kembali beraktivitas saat situasi lengang.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan bahwa aktivitas menyapu koin di jalur padat kendaraan sangat berisiko tinggi, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
