26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Wisata Situ Gunung Tetap Ramai saat Lebaran, Meski Kunjungan Turun Hingga 50 Persen

Wartain.com || Libur Lebaran menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Kawasan wisata alam Situ Gunung, Sukabumi, masih menjadi salah satu destinasi favorit, meski jumlah kunjungan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah seorang wisatawan asal Tanjung Priok mengaku menikmati liburannya di kawasan tersebut bersama keluarga. Ia menyebut kunjungan kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya sempat datang namun belum mencoba seluruh wahana yang tersedia.

“Momen liburan di sini menyenangkan ya. Sebelumnya pernah ke sini memang, cuma untuk wisata yang lainnya itu belum jadi. Nah, setelah jadi ini, ini sudah berarti kedua kalinya,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia juga mengaku puas dengan pengalaman yang didapat selama berada di Situ Gunung, mulai dari suasana alam hingga aspek keamanan.

“Enak banget, seru, terus apa safety-nya juga aman, adem juga cuacanya adem banget, cukup menantang,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar lima jam dari rumahnya. Kunjungan tersebut dilakukan sekaligus dalam rangka mudik dan berwisata, karena tertarik kembali dengan suasana alam yang ditawarkan.

Salah satu daya tarik utama di kawasan ini adalah Suspension Bridge, jembatan gantung yang menjadi ikon wisata di Sukabumi. Namun, pada libur Lebaran tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke area tersebut justru mengalami penurunan.

Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situ Gunung, Amru Ikhwansyah, menjelaskan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari Sukabumi, Bogor, dan Jakarta, serta sebagian dari luar Pulau Jawa. Wisatawan mancanegara juga tercatat datang meski jumlahnya tidak signifikan.

Ia menyebut, tren kunjungan selama Lebaran 2026 mengalami penurunan yang cukup terasa.

“Kalau jumlah angka mungkin tidak tepat, ya, tapi diperkirakan sampai 30 sampai 50 persen untuk penurunan. Lalu penurunan ini kemungkinan disebabkan karena sebagian masyarakat sudah pernah berkunjung sebelumnya sehingga mencari alternatif destinasi lain. Selain itu, faktor cuaca ekstrem seperti hujan dan potensi longsor pada sebelumnya juga memengaruhi,” ujarnya.

Amru menambahkan, kawasan wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, termasuk Suspension Bridge, sempat ditutup sementara pada 20 Maret 2026 bertepatan dengan pelaksanaan salat Idulfitri.

Berdasarkan data sementara, hingga Selasa (24/3/2026) pukul 11.15 WIB, jumlah pengunjung mencapai sekitar 500 orang. Secara kumulatif sejak hari pertama Lebaran pada 21 Maret, total kunjungan berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang. Pada hari Senin tercatat sekitar 1.800 pengunjung, sementara hari sebelumnya sekitar 1.000 orang.

Amru menyebut puncak kunjungan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. Setelah itu, jumlah wisatawan diperkirakan menurun seiring dimulainya arus balik dan aktivitas kerja, sebelum kembali meningkat saat akhir pekan.

“Biasanya, pada hari kerja jumlah pengunjung berkisar 200 hingga 300 orang. Saat akhir pekan bisa mencapai 500 orang, dan pada momen libur besar seperti Lebaran bisa menyentuh 1.000 orang,” jelasnya.

Selain Suspension Bridge, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga memiliki daya tarik lain seperti jalur pendakian, meski saat ini masih ditutup. Sementara itu, objek wisata Curug Cibeureum di kawasan Cibodas juga menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung.

“Tapi untuk sementara ini yang paling banyak pengunjung di sini, di Suspension Bridge ini. Seperti itu. Sama yang ada di Cibereum, ya. Yang ada Curug Cibereum yang di Cibodas. Itu ada kan Curug Cibeureum di sana,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.