26.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Latest Posts

Prabowo Tegaskan Visi Energi Hijau dan Diplomasi ‘Seribu Teman’ di Forum Bisnis Tokyo

Wartain.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk menjalankan transformasi ekonomi menyeluruh dan mempercepat transisi menuju energi hijau. Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato kuncinya pada Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026). Di hadapan para pelaku usaha, Presiden menekankan bahwa penguatan kemitraan strategis dan ketahanan energi adalah kunci menghadapi ketidakpastian global.

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan transformasi besar menuju energi bersih dan terbarukan demi memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah pencapaian 100 gigawatt energi surya dalam waktu singkat.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi yang kami lihat,” ujar Presiden.

Selain surya, Presiden menyoroti potensi panas bumi Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di dunia, serta percepatan produksi bahan bakar nabati. Program ini mencakup peningkatan campuran biodiesel dari 40 persen ke 50 persen (B50), pengembangan etanol, dan komoditas nabati lainnya.

“Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada,” tutur Prabowo.

Presiden juga menggarisbawahi bahwa transformasi ekonomi Indonesia kini berorientasi pada peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi, bukan lagi sekadar ekspor bahan mentah.

Menghadapi dunia yang penuh risiko, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang rasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip persahabatan yang luas.

“Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting,” kata Presiden. Ia menambahkan, “Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh.”

Di dalam negeri, Presiden berkomitmen melanjutkan reformasi birokrasi demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien. “Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien. Dan saya bertekad untuk melanjutkan apa yang telah saya mulai ketika menerima mandat dari rakyat saya,” ucapnya tegas.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perlindungan sumber daya alam, khususnya hutan, merupakan prioritas yang berdampak global. Ia menyerukan langkah reboisasi besar-besaran pada lahan yang telah rusak.

“Hutan kita harus dilindungi. Hutan-hutan yang telah hancur, kita harus melakukan reboisasi besar-besaran, bukan hanya untuk kebaikan Indonesia tetapi juga untuk kebaikan dunia,” pungkasnya.

Melalui visi ini, Indonesia memosisikan diri sebagai mitra strategis yang stabil dan terbuka, siap memimpin di era industri masa depan dan energi hijau.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.