26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Nagrak Sukabumi, Akses Jalan Antar Desa Terputus

Wartain.com || Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam (5/4/2026) memicu serangkaian bencana di Kecamatan Nagrak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat adanya kejadian banjir hingga longsor yang berdampak pada permukiman warga dan infrastruktur.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Babakan RT 01/04, Desa Babakan Panjang, sekitar pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan tebing di saluran irigasi Solokan 2 longsor dan menutup aliran air. Sumbatan tersebut membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke area permukiman.

Akibatnya, satu rumah milik warga bernama Dede Solihin yang dihuni dua kepala keluarga atau enam jiwa terdampak genangan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Sejumlah barang di dalam rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak.

“Longsoran tanah menutup saluran irigasi sehingga air meluap ke permukiman. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat dan memastikan kondisi warga dalam keadaan aman,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Tak hanya itu, di waktu yang hampir bersamaan, bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Cikolawing RT 01/01, Desa Pawenang. Material tanah dari tebing di sisi jalan desa runtuh dan menutup seluruh badan jalan yang menghubungkan Desa Pawenang dengan Desa Cihanyawar.

Akibatnya, jalur penghubung antar desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas warga terganggu.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras dikhawatirkan dapat memicu bencana susulan.

“Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau kenaikan debit air yang tidak normal. Tim kami juga terus bersiaga untuk melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan bisa kembali digunakan,” tambah Daeng.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Sukabumi masih berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat guna mempercepat proses penanganan di lokasi terdampak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.