26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Hasil Visum Korban Longsor Sukalarang, Dokter Ungkap Temuan Kekurangan Oksigen Sebelum Kematian

Wartain.com || Hasil pemeriksaan visum terhadap korban meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengungkap bahwa tidak ditemukan luka berat yang secara langsung menjadi penyebab kematian. Meski demikian, tim medis mendapati adanya indikasi kekurangan oksigen pada tubuh korban.

Humas RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Irfan Nugraha, menjelaskan bahwa proses visum dilakukan pada Kamis (16/4/2026) malam, setelah pihak rumah sakit menerima permintaan resmi dari penyidik. Ia menyebutkan, pemeriksaan sempat tertunda karena harus menunggu kelengkapan administrasi dari kepolisian dan tim Inafis.

“Kami mulai visum sekitar pukul 8 malam. Korban sebenarnya sudah tiba sekitar pukul 7, tetapi pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah surat permintaan visum dari penyidik dan Inafis diterima. Prosesnya selesai sekitar pukul 9 malam,” ujarnya.

Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah tertutup kain. Hal itu dilakukan karena tidak ada pakaian yang melekat di tubuh korban saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Korban datang dalam kondisi basah dan sudah ditutup beberapa lapis kain, seperti bed cover dan sprei, karena berdasarkan informasi memang tidak ada pakaian yang menempel di tubuh korban,” jelasnya.

Dari hasil visum, ditemukan sejumlah luka lecet di beberapa bagian tubuh, terutama di sisi kanan, termasuk pada bagian lengan. Namun, tidak ada luka terbuka yang dinilai fatal.

“Terdapat banyak luka lecet, sebagian kecil hingga cukup lebar, terutama di tubuh bagian kanan dan lengan. Tapi tidak ada luka terbuka signifikan yang bisa menyebabkan kematian,” ungkap Irfan.

Selain itu, tim medis juga tidak menemukan adanya patah tulang akibat benturan keras.
“Kami tidak menemukan tanda-tanda patah tulang. Jadi memang tidak ada indikasi benturan keras yang menyebabkan cedera fatal,” tambahnya.

Kendati demikian, terdapat tanda-tanda yang mengarah pada kondisi kekurangan oksigen. Hal tersebut terlihat dari perubahan warna pada bagian tubuh tertentu.

“Dari wajah terlihat kebiruan keunguan, begitu juga pada ujung jari tangan yang sudah tampak membiru. Ini merupakan tanda-tanda kekurangan oksigen,” terangnya.

Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian, menurutnya diperlukan pemeriksaan lanjutan melalui autopsi.

“Untuk memastikan apakah penyebab kematian akibat kekurangan oksigen, tentu harus dilakukan autopsi,” ujarnya.

Ia juga memperkirakan waktu kematian korban tidak berselang lama dari peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

“Estimasi waktu kematian kemungkinan tidak jauh dari waktu kejadian, sekitar pukul setengah enam sore,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa longsor di wilayah Sukalarang menimpa sebuah rumah warga. Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran dari tebing yang berada di belakang rumahnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.