Wartain.com || Persebaya Surabaya kembali gagal mengamankan poin setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 oleh Madura United dalam laga lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4/2026) malam. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim berjuluk Bajul Ijo yang sebelumnya juga menelan kekalahan telak 3-0 dari Persija Jakarta.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, namun tim tamu justru mengejutkan publik Surabaya pada menit ke-11. Lulinha berhasil membuka keunggulan bagi Madura United melalui sebuah tembakan “roket” dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Persebaya. Gol cepat ini mengubah alur permainan, memaksa tuan rumah untuk keluar menyerang lebih masif demi mengejar ketertinggalan.
Meski sempat tertekan, Persebaya menunjukkan semangat pantang menyerah untuk menyamakan kedudukan. Melalui skema kerja sama tim yang apik dan operan satu-dua yang rapi, Riyan Ardiansyah akhirnya sukses memecah kebuntuan pada menit ke-82. Gol tersebut sempat membangkitkan asa para Bonek yang memadati stadion, seiring dengan dominasi penguasaan bola Persebaya yang mencapai 71 persen sepanjang laga.
Sayangnya, kegembiraan tuan rumah hanya bertahan singkat. Madura United yang bermain sangat efektif kembali unggul melalui skema serangan balik. Riquelme menjadi aktor antagonis bagi publik GBT setelah dengan tenang melepaskan tembakan di dalam kotak penalti pada menit ke-63 (berdasarkan catatan waktu resmi), memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persebaya yang asyik menyerang.
Berdasarkan statistik akhir, Persebaya sebenarnya tampil sangat dominan dengan melepaskan 23 tembakan dan melakukan 60 sentuhan di kotak penalti lawan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Madura United yang mencatatkan 35 sapuan (clearances) membuat serangan bertubi-tubi dari Bruno Moreira dan kawan-kawan selalu menemui jalan buntu. Skor 1-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini membuat posisi Persebaya semakin sulit di papan klasemen sementara. Pelatih Persebaya dituntut segera melakukan evaluasi besar-besaran, mengingat timnya tampil dominan secara statistik namun lemah dalam penyelesaian akhir dan koordinasi pertahanan. Sementara itu, bagi Madura United, kemenangan ini menjadi modal berharga berkat strategi serangan balik mematikan yang mereka terapkan dengan sempurna.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
