Wartain.com – Mimpi Bayern München membalikkan keadaan kandas di Allianz Arena. Paris Saint-Germain menahan imbang 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis dini hari WIB, dan lolos ke final dengan agregat 6-5.
Modal kemenangan 5-4 di Paris pekan lalu membuat PSG tampil tenang. Sebaliknya, tekanan justru ada di pundak Bayern yang wajib menang dengan selisih dua gol.
Baru dua menit laga berjalan, publik tuan rumah langsung terdiam. Khvicha Kvaratskhelia bertukar umpan dengan Fabián Ruiz sebelum menusuk dari sisi kiri.
Winger Georgia itu dengan jeli melepas crossing mendatar ke tiang jauh. Ousmane Dembélé yang lepas dari kawalan langsung menghajar bola ke atap gawang Manuel Neuer: 0-1 untuk PSG.
Gol cepat itu memaksa Bayern langsung tancap gas. Michael Olise coba mengulang gaya Arjen Robben: cut-inside lalu tembak kaki kiri. Sayang, bola hanya tipis di atas mistar Matvey Safonov.
PSG justru nyaris menggandakan keunggulan lewat Kvaratskhelia yang terus teror sisi kanan Bayern. Kecepatan dan visi pemain nomor 7 itu bikin lini belakang Die Roten kerepotan sepanjang babak pertama.
Menit 29, Allianz Arena bergemuruh minta kartu kuning kedua untuk Nuno Mendes usai handball. Wasit João Pinheiro bergeming karena sudah meniup pelanggaran untuk PSG sebelumnya.
Kontroversi kembali muncul saat tembakan Vitinha mengenai lengan João Neves di kotak PSG. VAR Marco Di Bello memutuskan no penalty karena bola mengenai rekan sendiri.
Neves hampir menebus insiden itu lewat sundulan keras dari set-piece. Namun Neuer terbang menepis bola dengan refleks kelas dunia. Bayern selamat dari ketinggalan 0-2.
Jelang turun minum, Jamal Musiala dua kali dapat peluang emas. Pertama sundulannya melenceng, kedua tembakan mendatarnya dijinakkan Safonov. Bayern buntu, PSG unggul saat jeda.
Babak kedua jadi milik Bayern secara penguasaan, tapi tidak dalam peluang bersih. Duet Willian Pacho dan Marquinhos tampil disiplin, menutup semua ruang untuk Kane dan kawan-kawan.
PSG justru lebih berbahaya lewat transisi. Désiré Doué dua kali memaksa Neuer lakukan penyelamatan gemilang. Kvaratskhelia juga punya ruang tembak, tapi skor tetap 0-1.
Waktu makin menipis dan Bayern makin frustrasi. Baru di menit 90+4 Harry Kane memecah kebuntuan lewat curling kaki kanan ke pojok jauh: 1-1. Terlambat. Peluit panjang berbunyi.
PSG melaju ke final Liga Champions 2025/2026 dan akan menantang Arsenal di Puskás Aréna, Budapest, 30 Mei mendatang. The Gunners lolos usai singkirkan Atlético Madrid sehari sebelumnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
