Wartain.com – Suasana konsolidasi mewarnai Konferensi ke-VI Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Mei 2026. Mengangkat tema “Pers Profesional, Bersinergi Mengawal Pembangunan Daerah”, forum ini sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.
Sejumlah tokoh hadir, mulai dari Plt Ketua PWI Jawa Barat Achmad Syukri, Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Yulipri, Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi, hingga perwakilan BIN Sukabumi Raya, IJTI, SMSI Sukabumi Raya, dan Dewan Penasehat PWI. Hadir pula Kepala Kasepuhan Adat Banten Kidul Abah Usep Cisungsang Banten bersama perangkat daerah dan tamu undangan.
Ketua Panitia Aab Abdul Malik menyampaikan agenda konferensi meliputi pengesahan susunan acara, penyampaian laporan pertanggungjawaban, penetapan kepengurusan baru, hingga rencana pelantikan dan penyusunan program kerja bulan depan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika jalannya kegiatan belum sepenuhnya sempurna.
Plt Ketua PWI Jabar Achmad Syukri berharap kepengurusan terpilih dapat memperkuat kontribusi PWI dalam pembangunan daerah. Ia menekankan wartawan perlu mengambil peran lebih dari sekadar penyampai informasi.
“PWI harus ikut membedah persoalan yang ada di Pemkab Sukabumi dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Achmad menilai tema konferensi relevan untuk mendorong peningkatan kualitas wartawan. Menurutnya, uji kompetensi menjadi salah satu fokus PWI Pusat dalam menjaga standar profesionalisme.

Plt Ketua PWI Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi menyoroti tantangan berat yang dihadapi pers di era disrupsi informasi. Ia mengingatkan agar fungsi pers sebagai media informasi, edukasi, hiburan, dan kontrol sosial tetap dijaga sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Kondisi pers saat ini tidak sedang baik-baik saja. PWI harus kuat menjaga marwahnya sebagai pilar demokrasi,” tegas Nuruddin yang akrab disapa Bah Anom.
Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala, namun menegaskan PWI Sukabumi akan tetap eksis dengan mengandalkan sinergi anggota.
Kepala Diskominfosan Yulipri menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan daerah yang bertepatan dengan acara Milangkala Tatar Sunda di Bandung. Ia menilai PWI masih memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik sejak berdiri pada 9 Februari 1946.
“Profesionalisme dan kode etik jurnalistik harus tetap dijaga, sesuai tema konferensi hari ini,” kata Yulipri.
Ia berharap pengurus baru PWI Sukabumi dapat mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
