Wartain.com – Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk menyaksikan jalannya kemeriahan pawai seni dan budaya dalam rangka memperingati Festival Hari Nelayan Palabuhanratu yang ke-66. Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini membuat arus lalu lintas di pusat kota sempat tertahan oleh lautan manusia yang ingin menyaksikan momentum tahunan tersebut secara langsung. Kamis, 21 Mei 2026.
Kemeriahan festival tahun ini berpusat pada iring-iringan arak-arakan Putri Nelayan 2026 yang menawan, disusul oleh penampilan energik marching band dari berbagai sekolah setempat. Tidak hanya itu, ratusan siswa-siswi dari tingkat dasar hingga menengah atas turut berpartisipasi mengenakan pakaian adat dan kostum kreasi unik, menambah warna-warni kemegahan parade sepanjang jalan protokoler.
Karnaval budaya yang dinanti-nanti ini mengambil rute ikonik, dimulai dari garis start di depan Pendopo Palabuhanratu. Para peserta kemudian berjalan kaki mengular membelah jalur utama kota, hingga menyentuh garis finish di kawasan Alun-Alun Gado Bangkong yang kini menjadi pusat berkumpulnya massa dan panggung utama kegiatan.
Acara adat dan hiburan rakyat ini digelar sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang melimpah, sekaligus menjadi magnet pariwisata daerah. Pemerintah daerah bersama panitia lokal sengaja mengemas perayaan ke-66 ini dengan lebih meriah guna membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif dan pariwisata maritim di Sukabumi Selatan.
Kembalinya kemeriahan Festival Hari Nelayan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat yang menonton. Rini, salah seorang warga asli Palabuhanratu, mengaku sangat terpukau dan terhibur dengan konsep acara tahun ini yang dinilainya jauh lebih tertata dan megah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Senang sekali ya, tahun ini ramainya luar biasa. Kreativitas anak-anak sekolah dan arak-arakan Putri Nelayan tadi sangat menghibur. Kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan karena selain melestarikan adat tradisi pesisir, juga bisa menjadi hiburan murah yang dinanti-nanti oleh seluruh warga Palabuhanratu,” ujar Rini saat ditemui di sekitar jalan Siliwangi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
