26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 2, 2026

Latest Posts

Setelah Terima Surat Lulus, Orang Tua & Siswa SMPN 2 Nagrak Botram Bareng

Tanpa Panggung Gebyar, Kebersamaan Jadi Pengganti Pesta Kelulusan

Wartain.com – Kelulusan tahun ini memang tanpa panggung megah. Tapi kebersamaan nggak bisa dilarang edaran. Usai menerima surat kelulusan, orang tua dan 237 siswa kelas IX SMPN 2 Nagrak memilih merayakan kelulusan dengan cara paling hangat: botram bareng di lingkungan sekolah.

Botram, tradisi Sunda makan bersama di atas daun pisang atau tikar, jadi pengganti pesta kelulusan yang dilarang Gubernur Jabar dan Disdik Kabupaten Sukabumi.

Kesederhanaan yang Penuh Makna

Sebelumnya, SMPN 2 Nagrak hanya membagikan surat kelulusan saja sesuai aturan. Kepala Sekolah Yana Rudiana, S.Pd, M.MPd, menegaskan pihaknya taat edaran yang melarang hura-hura.

“Kita menggelar kelulusan dengan sederhana, hanya membagikan surat kelulusan saja, karena harus melaksanakan edaran gubernur,” ujarnya, Selasa 02/06/2026.

Tapi setelah prosesi resmi selesai, orang tua dan siswa berinisiatif sendiri. Masing-masing bawa nasi, lauk, sambal, sampai buah dari rumah. Lalu digelar bareng di halaman sekolah. Nggak ada sekat antara guru, murid, dan wali murid. Semua duduk lesehan, makan dari wadah yang sama.

Ganti Panggung dengan Obrolan & Tawa

Inisiatif botram ini jadi jawaban atas rasa “kurang” yang sempat dirasakan sebagian orang tua dan siswa.

Tanpa Panggung Gebyar, Kebersamaan Jadi Pengganti Pesta Kelulusan di SMPN 2 Nagrak (Foto : Aab)

Ibu Fiska, orang tua  dari Syamikh Faizul hidayat, siswa kelas IX-F, mengaku awalnya kecewa: “Jujur awalnya kami sekeluarga kecewa karena nggak ada pentas perpisahan. Anak saya juga sedih, katanya mau nampilin tarian Sunda terakhir kali di sekolah. Tapi pas diajak botram bareng gini, rasa kecewanya hilang. Justru lebih hangat. Duduk lesehan, makan bareng guru dan teman-temannya. Ini kenangan yang lebih membekas daripada panggung megah.”

Senada, Ibu Linda, orang tua dari Muhammad Khalil Gibran, siswa kelas IX-D, sama merasa kecewa tapi tetap mendukung cara sederhana ini: “Saya ngerti dan dukung aturan dari Pak Gubernur sama Disdik. Nggak usah hura-hura, yang penting anak lulus dengan selamat. Botram begini malah bagus, gotong royong, nggak memberatkan. Saya bawa ayam goreng, ada yang bawa sambal, ada yang bawa lalapan. Anak-anak jadi belajar arti kebersamaan. Lulusnya berkah, acaranya juga berkah.”

Taat Aturan, Tapi Tetap Rayakan

Cara ini dinilai aman dan sesuai spirit edaran Gubernur Jabar: nggak ada konvoi, nggak ada pungli, nggak bikin macet jalan. Cukup kumpul, makan bareng, doa bersama.

Yana Rudiana berharap meski sederhana, esensi kelulusan tetap sampai ke anak-anak.

“Walaupun sederhana, tapi tidak mengurangi khidmat dan esensi dari makna kelulusan ini,” harapnya.

237 siswa SMPN 2 Nagrak akhirnya lulus dengan cara yang paling Sunda: guyub, rukun, dan saling berbagi. Surat kelulusan di tangan kanan, sepiring nasi botram di tangan kiri. Kenangan yang nggak akan mereka lupa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.