26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 8, 2026

Latest Posts

UMKM Dapur Ma’is, Mengangkat Cita Rasa Hasil Laut Sukabumi dengan Olahan Tradisional

Wartain.com – Di tengah geliat perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi, Dapur Ma’is hadir sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten mengolah hasil kelautan dan pertanian menjadi aneka makanan bercita rasa khas. Berbekal rempah-rempah tradisional dan ketekunan dalam berusaha, produk-produk Dapur Ma’is kini telah dikenal hingga berbagai daerah di luar Sukabumi.

UMKM yang beralamat di Kampung Cikadu, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu ini memproduksi beragam olahan makanan, mulai dari kerupuk ikan layur, rengginang dengan berbagai varian rasa, abon ikan, hingga produk lainnya yang memanfaatkan kekayaan sumber daya lokal. Keunikan rasa dan kualitas produk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Pemilik Dapur Ma’is, Iis (45), mengaku usaha yang dirintisnya sejak tahun 2022 tersebut lahir dari keinginan untuk memberikan nilai tambah pada hasil perikanan dan pertanian daerah.

“Saya ingin hasil laut dan hasil pertanian di daerah kita ini bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Iis pada, Senin (8/6/2026).

Iis juga menambahkan, “Alhamdulillah, sampai sekarang Dapur Ma’is terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” tambahnya.

Perjalanan usaha yang dijalani Iis tidak selalu mudah. Namun berkat kegigihan dan konsistensi, Dapur Ma’is perlahan mampu menembus pasar yang lebih luas. Saat ini, produk-produknya tidak hanya dipasarkan di Sukabumi, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah seperti Cianjur, Bandung, Subang, Purwakarta hingga Kalimantan.

Kepercayaan konsumen terhadap produk Dapur Ma’is juga terus meningkat. Kualitas bahan baku yang digunakan serta proses pengolahan yang menjaga cita rasa tradisional membuat berbagai produknya diminati pasar. Salah satu produk unggulan yang banyak mendapat apresiasi adalah abon ikan yang dikenal memiliki rasa gurih dan khas.

UMKM Dapur Ma’is, Mengangkat Cita Rasa Hasil Laut Sukabumi dengan Olahan Tradisional (Foto : Ujeng)

Dalam memasarkan produknya, Dapur Ma’is memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram dan Facebook.

Selain itu, produk-produknya juga dititipkan di Gedung Promosi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta telah masuk ke jaringan ritel Yogya, sehingga semakin memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk tersebut.

“Sekarang pemasaran tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Media sosial betul-betul membantu memperkenalkan produk kami ke lebih banyak orang. Saya bersyukur banget karena banyak pihak yang mendukung sehingga produk Dapur Ma’is bisa dikenal sampai luar daerah,” tutur Iis.

Sebagai UMKM binaan Satuan Kerja Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Dapur Ma’is juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran dan event promosi.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus mendorong promosi produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Tak hanya fokus pada kualitas produk, Dapur Ma’is juga telah melengkapi berbagai aspek legalitas usaha. Saat ini usaha tersebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dengan omzet harian yang dapat mencapai Rp100.000 hingga Rp150.000, Dapur Ma’is menjadi contoh bagaimana ketekunan, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat eksistensi UMKM Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.