Wartain.com – Timnas Mesir menulis sejarah baru di Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir Grup G memastikan The Pharaohs melangkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.
Tambahan satu poin dari laga di Stadion Lusail itu cukup membawa Mesir finis di posisi kedua klasemen akhir Grup G. Mereka berada di bawah Belgia yang tampil dominan sejak laga pertama.
Laga melawan Iran berjalan dramatis. Mesir sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat di babak pertama. Namun Iran menyamakan kedudukan di paruh kedua melalui skema serangan balik cepat.
Ketegangan memuncak di masa injury time. Iran mencetak gol yang awalnya disahkan wasit dan membuat stadion bergemuruh. Publik Iran hampir merayakan kemenangan yang akan meloloskan mereka.
VAR turun tangan. Setelah pengecekan beberapa menit, gol tersebut dianulir karena pemain Iran sudah berada dalam posisi offside saat bola diumpan. Keputusan itu sekaligus mengubur harapan Iran lolos.
Peluit panjang berbunyi dengan skor 1-1. Hasil itu membuat Mesir mengumpulkan poin cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur tanpa harus bergantung pada laga grup lain.
Lolos ke 32 besar menjadi pencapaian monumental bagi sepak bola Mesir. Sebelum Piala Dunia 2026, The Pharaohs tiga kali tampil di putaran final 1934, 1990, dan 2018, tetapi selalu terhenti di fase grup.
Kunci keberhasilan Mesir kali ini terletak pada pertahanan solid dan efektivitas serangan balik. Pelatih berhasil meramu tim yang tidak bergantung pada satu bintang, meski nama besar tetap jadi motor permainan.
Dukungan suporter Mesir di Qatar juga jadi energi tambahan. Ribuan The Pharaohs memadati stadion dengan bendera dan yel-yel khas, menciptakan atmosfer seperti bermain di Kairo.
Sementara itu, Iran harus menerima kenyataan pahit. Gol injury time yang dianulir VAR menjadi titik balik. Mereka gagal menang dan akhirnya tersingkir dari persaingan Grup G.
Di babak 32 besar, Mesir akan menantang juara Grup H. Tantangan jelas lebih berat, tetapi status “kuda hitam” bisa jadi keuntungan. Tekanan kini beralih ke lawan yang diunggulkan.
Sejarah telah dipecahkan. Mesir membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan sedikit keberuntungan bisa mengubah narasi. Bagi The Pharaohs, Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar partisipasi, melainkan panggung untuk bermimpi lebih jauh.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
