Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah 12 PAS. Kali ini, santunan disalurkan kepada warga di Kelurahan Gunungpuyuh dan Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Rabu (8/7/2026).
Santunan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Sekretaris Dinas Sosial Lulis Delawati, Camat Gunungpuyuh, serta para lurah dan jajaran perangkat wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Bobby bersama rombongan mendatangi langsung warga penerima manfaat. Selain menyerahkan bantuan, kunjungan itu juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah sekaligus memastikan santunan diterima oleh warga yang berhak.
Menurut Bobby Maulana, program 12 PAS merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan perhatian sosial.
“Program ini menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi bersama seluruh elemen masyarakat kepada warga yang membutuhkan. Kami berharap semangat gotong royong ini terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu,” ujar Bobby.
Program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) atau Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah merupakan gerakan gotong royong yang diinisiasi Pemerintah Kota Sukabumi sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sasarannya adalah warga yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sesuai klasifikasi Kementerian Sosial.
Pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, seperti Baznas, sektor perbankan, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga para donatur.
Pada penyaluran kali ini, santunan diberikan kepada 10 warga penerima manfaat, yakni Suharti, Rafli, Badrudin, Karna, Epon, Toto, Uloh, Yusuf, Tutilawati, dan Titi.
Bobby menegaskan, keberlanjutan program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih kuat. Tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, program ini juga diharapkan mampu mempererat kepedulian dan semangat kebersamaan sebagai modal utama dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kota Sukabumi.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
