Wartaincom – Seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang ditemukan berkeliaran di sekitar permukiman warga di Kampung Cipetir Tengah, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan satwa liar yang dilindungi itu pertama kali terlihat warga setelah turun dari sebuah pohon jeruk yang berada tidak jauh dari rumah penduduk. Menyadari status kukang sebagai satwa yang dilindungi, warga memilih mengamankannya sambil menunggu petugas datang.
“Informasi yang kami terima, kukang tersebut turun dari pohon jeruk di dekat permukiman warga. Masyarakat kemudian mengamankannya karena mengetahui bahwa satwa ini merupakan satwa liar yang dilindungi,” kata Agus Deni, Senin (13/7/2026).
Selanjutnya, warga melaporkan temuan tersebut kepada Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) yang juga merupakan bagian dari komunitas Jaga Leuweung. Informasi kemudian diteruskan kepada Volunteer Panthera, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh petugas Resor PTN Situgunung Balai Besar TNGGP.
Setelah dievakuasi, petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan dan perilaku satwa sebelum menentukan langkah penanganan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kukang dalam kondisi sehat dan masih memiliki perilaku liar, sehingga dinilai layak untuk segera dikembalikan ke habitat alaminya,” ujar Agus.
Demi menghindari stres akibat terlalu lama berada dalam penanganan manusia, Balai Besar TNGGP memutuskan untuk langsung melepasliarkan kukang tersebut pada hari yang sama ke kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
“Satwa ini tidak kami tahan terlalu lama. Untuk menjaga kesejahteraannya, kukang langsung dilepasliarkan kembali ke habitat yang sesuai di kawasan TNGGP,” jelasnya.
Agus turut mengapresiasi kepedulian masyarakat yang tidak berupaya memelihara atau memperjualbelikan satwa tersebut, melainkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap satwa liar. Keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Satwa liar seharusnya tetap hidup bebas di habitat alaminya, bukan dipelihara,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
