Wartain.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIS Cabang Kota Sukabumi menggelar aksi kerakyatan bertajuk “Dari Rakyat untuk Rakyat”, aksi tersebut digelar sekitar lapang merdeka sukabumi, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang terlantar dan hidup dalam kondisi serba keterbatasan di Kota Sukabumi. Senin (13/7/2026).
Melalui kegiatan ini, kader PMII IAIS turun langsung ke tengah masyarakat untuk berbagi bantuan sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang selama ini masih belum mendapatkan perhatian yang memadai. Aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan penegasan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir bersama rakyat, mendengar keluh kesah mereka, serta menyuarakan persoalan-persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Di dalam pasal 34 ayat 1 UUD 1945 Menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Maka dari itu PMII IAIS memandang bahwa masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan di Kota Sukabumi. Mulai dari masyarakat terlantar yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, pemasaran, hingga pembinaan usaha yang berkelanjutan. Padahal, UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih serius.
Di sektor pendidikan, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan akses, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan agar seluruh anak di Kota Sukabumi memperoleh hak yang sama untuk belajar dan berkembang. Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.
Selain itu, fenomena pengamen yang masih banyak dijumpai di berbagai persimpangan jalan menjadi potret persoalan sosial yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Kehadiran mereka tidak cukup dipandang sebagai persoalan ketertiban semata, tetapi harus dilihat dari akar masalahnya, seperti keterbatasan lapangan pekerjaan, kemiskinan, rendahnya keterampilan, dan belum optimalnya program pemberdayaan masyarakat.
Melalui aksi *”Dari Rakyat untuk Rakyat”*, PMII IAIS juga menyampaikan kritik yang konstruktif kepada Pemerintah Kota Sukabumi agar lebih responsif dalam menyusun dan menjalankan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan kesejahteraan, membuka ruang ekonomi bagi pelaku UMKM, menjamin pendidikan yang berkualitas, serta memberikan solusi yang manusiawi terhadap berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
PMII IAIS percaya bahwa perubahan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Dengan semangat *”Dari Rakyat untuk Rakyat”*, PMII IAIS mengajak semua pihak untuk menjadikan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan, sehingga Kota Sukabumi dapat tumbuh sebagai kota yang lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
