Wartain.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031 resmi dibuka. Agenda lima tahunan ini berlangsung selama dua hari, 6-7 Agustus 2026 bertempat di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant, Jl. Pelajar Pejuang 45 No.123, Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung.
Muswil menjadi forum tertinggi bagi KAHMI di tingkat provinsi untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan program strategis, sekaligus memilih kepengurusan baru MW KAHMI Jawa Barat untuk periode mendatang.
Pembukaan Muswil dihadiri presidium dari berbagai Majelis Daerah KAHMI se-Jawa Barat, senior KAHMI, anggota HMI, serta para alumni HMI yang kini berkiprah di berbagai bidang pemerintahan, politisi, akademisi, pengusaha, dan sosial kemasyarakatan.
Salah satu pimpinan sidang yang dipercaya memimpin jalannya musyawarah adalah Engkus Kuswara. Ia merupakan Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, yang mendapat amanah mewakili daerahnya di forum provinsi.
Bagi Engkus, penunjukan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menegaskan akan menjalankan tugas pimpinan sidang secara netral dan sesuai tata tertib organisasi.
“Terpilihnya saya sebagai salah satu pimpinan sidang merupakan sebuah kehormatan bisa mewakili Sukabumi untuk menjadi pimpinan sidang. Semoga bisa menghasilkan hasil musyawarah yang bermanfaat bagi KAHMI Jabar,” ujar Engkus Kuswara.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat menjaga suasana demokratis, kekeluargaan, dan konstruktif selama dua hari persidangan. Menurutnya, Muswil bukan hanya soal pemilihan, tetapi juga momentum memperkuat peran KAHMI sebagai rumah besar alumni HMI.
Engkus juga menekankan pentingnya melahirkan keputusan-keputusan yang menjawab tantangan zaman. Ia menilai KAHMI Jabar harus hadir sebagai simpul pemersatu dan penggerak gagasan untuk kemajuan daerah.
“Saya berharap proses sidang berlangsung dengan aman dan tertib, sehingga seluruh keputusan yang diambil menghasilkan hal yang membawa perubahan MW KAHMI Jawa Barat di masa yang akan datang,” katanya.
Agenda utama Muswil kali ini meliputi pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, penyusunan rekomendasi organisasi, serta pemilihan formatur untuk menyusun kepengurusan MW KAHMI Jawa Barat 2026-2031.
Kehadiran kader KAHMI dari berbagai daerah, termasuk dari Sukabumi, menunjukkan soliditas organisasi. Perwakilan Sukabumi sendiri menargetkan agar suara daerah dapat diperhitungkan dalam arah kebijakan MW KAHMI Jabar ke depan.
Dengan mengusung semangat “KAHMI untuk Jabar Berkemajuan”, para peserta diharapkan mampu menghasilkan rumusan yang tidak hanya menguatkan internal organisasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat.***
