26.7 C
Jakarta
Selasa, Agustus 11, 2026

Latest Posts

BGN Ungkap 8 SPPG di Sukabumi Pernah Tersandung Kasus Keracunan MBG

Wartain.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan menyusul sejumlah kejadian keracunan yang melibatkan penerima manfaat MBG di beberapa wilayah.

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Sukabumi, Firman Juliansyah, mengatakan dari total 373 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Kabupaten Sukabumi, terdapat delapan dapur yang pernah mengalami kasus keracunan.

Firman menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar sembilan kejadian keracunan yang tercatat di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.

“Data lengkapnya ada. Seperti di Palabuhanratu 2 kasus, Simpenan 1 kasus, Cidolog 1 kasus, Cibadak 2 kasus, Parakansalak 1 kasus, Caringin 1 kasus, Warungkiara 1 kasus,” ungkap Firman.

Ia menilai jumlah kejadian tersebut masih menjadi perhatian serius, terlebih BGN menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.

“Di Indonesia itu termasuk banyak ya? kita kan tetap zero toleran terhadap keracunan,” bebernya.

Sebagai bentuk evaluasi, seluruh SPPG yang pernah mengalami kasus keracunan terhadap penerima manfaat diberlakukan penghentian sementara atau suspend.

Hingga Agustus 2026, masih terdapat satu dapur MBG yang berstatus suspend akibat kasus keracunan, yakni Dapur Nazran SPPG Cibadak 02 di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh.

Proses evaluasi terhadap SPPG tersebut masih berjalan. Kepala SPPG Cibadak 02 masih menjalani pemeriksaan lanjutan oleh KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Bogor.

“Selanjutnya masih menunggu perkembangan apakah nanti hasil penelusurannya ini nanti masuk status suspend permanen atau suspend sementara kita masih menunggu,” kata Firman.

Sementara itu, terdapat pula SPPG di Kecamatan Cikidang yang masih berstatus suspend. Namun, penghentian operasional dapur tersebut bukan disebabkan kasus keracunan, melainkan persoalan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang belum selesai dan menimbulkan persoalan dengan warga sekitar.

“Selain Cibadak, SPPG di Cikidang juga masih di suspend tapi masalahnya ipal yang belum tuntas hingga bermasalah dengan warga sekitar,” ucapnya.

Meski terdapat dapur yang dihentikan sementara, BGN memastikan pelayanan MBG kepada penerima manfaat tidak ikut terhenti. Distribusi makanan bagi penerima manfaat dari SPPG yang suspend dialihkan ke dapur MBG lainnya yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Khusus SPPG Cibadak 02, sebanyak 2.096 penerima manfaat tetap mendapatkan makanan bergizi selama proses evaluasi berlangsung.

“Totalnya ada 2096 penerima manfaat dari SPPG Cibadak 02 yang di suspend sementara. Siswa dan kelompok 3B. Para penerima manfaat ini tetap mendapatkan kiriman MBG dari 4 SPPG terdekat,” pungkas Firman.

BGN memastikan proses evaluasi terhadap dapur yang bermasalah terus dilakukan untuk menentukan kelanjutan operasional masing-masing SPPG. Di sisi lain, pemenuhan hak penerima manfaat untuk tetap memperoleh makanan bergizi menjadi perhatian selama proses penghentian sementara berlangsung.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.