Wartain.com — Sejumlah bahan pangan yang dijual melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Sukabumi memiliki selisih harga hingga sekitar Rp4.000 dibandingkan harga di pasaran.
Selisih harga tersebut menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk berbelanja dalam kegiatan GPM yang digelar secara bergilir di sejumlah wilayah Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau pelaksanaan GPM Minggu IV September 2026 di Lapang Renyah, Kelurahan Subangjaya, Kamis (24/9/2026).
“Gerakan Pangan Murah ini terus berjalan sampai Desember 2026 dan dilaksanakan secara road show di berbagai wilayah Kota Sukabumi,” kata Bobby.
Menurutnya, harga bahan pangan memiliki kaitan langsung dengan kondisi pengeluaran rumah tangga. Karena itu, menjaga harga komoditas tetap terjangkau menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Bobby menyebut pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah. Terlebih, perubahan harga bahan pangan dapat memberikan pengaruh terhadap pengeluaran masyarakat.
“Pelaksanaan GPM juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi. Stabilitas harga bahan pangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat sekaligus perkembangan inflasi daerah,” kata Bobby.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi dengan dukungan insentif fiskal.
Dalam pelaksanaannya, GPM digelar secara road show agar masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Bobby pun mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Selain memberikan manfaat kepada konsumen, GPM menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan, harga komoditas, dan daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar gejolak harga pangan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap pengeluaran rumah tangga,” ucap Bobby.
Pemerintah Kota Sukabumi memastikan pelaksanaan GPM akan terus berlangsung hingga Desember 2026. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Program tersebut sekaligus memperkuat intervensi pemerintah daerah terhadap kebutuhan pangan masyarakat di tengah dinamika harga komoditas,” pungkasnya.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
