Wartain.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, meminta kontraktor pelaksana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, segera melakukan pembenahan terhadap sejumlah bagian bangunan yang dinilai belum memenuhi standar kualitas.
Meski proyek senilai Rp14,34 miliar tersebut telah dinyatakan selesai 100 persen dan mulai dimanfaatkan masyarakat nelayan, Trenggono masih menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai kurang rapi, terutama pada bagian penyelesaian akhir atau finishing bangunan.
Temuan itu disampaikan saat dirinya meninjau langsung kawasan KNMP Ciwaru dalam rangkaian puncak peringatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026, Rabu (4/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Trenggono memeriksa sejumlah fasilitas yang telah dibangun. Ia menilai hasil pengerjaan di beberapa bagian belum mencerminkan kualitas yang seharusnya ditampilkan dalam pembangunan fasilitas publik.
Ia pun meminta jajaran Kementerian KKP segera memanggil kontraktor untuk mengevaluasi pekerjaan sekaligus memperbaiki bagian-bagian yang masih bermasalah.
“Tadi saya minta sama Pak Sekjen (KKP), saya minta kontraktornya dipanggil dan saya minta dikoreksi. Kontraktornya enggak bagus,” tegas Trenggono di lokasi acara.
Menurutnya, penyelesaian proyek tidak cukup hanya dibuktikan dengan terpenuhinya target fisik pembangunan. Kualitas konstruksi, ketahanan bangunan, serta aspek estetika harus menjadi perhatian agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.
Karena itu, ia menginstruksikan Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura bersama Kepala Satuan Tugas (Satgas) Operasional Victor Manopo untuk mengawasi langsung proses evaluasi dan perbaikan di lapangan.
“Saya minta semua dikoreksi dan diperbaiki supaya menjadi indah, jangan belepotan seperti ini,” tambahnya.
Trenggono menegaskan, penggunaan anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur perikanan harus diikuti hasil pekerjaan yang berkualitas. Terlebih, KNMP dirancang sebagai kawasan penunjang aktivitas ekonomi nelayan sehingga seluruh fasilitasnya harus berfungsi dengan baik dan memiliki kondisi fisik yang layak.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan KNMP Desa Ciwaru menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp14,34 miliar. Pekerjaan dimulai pada 26 September 2025 dan dinyatakan rampung pada Februari 2026.
Kawasan tersebut dibangun dengan sejumlah fasilitas untuk mendukung kegiatan nelayan, mulai dari gerbang kawasan, kios pengecer dan perbekalan nelayan, musala, cold storage atau gudang pendingin, hingga tambatan perahu dan shelter pendaratan ikan.
Selain itu, tersedia pula bengkel nelayan, pos jaga, serta fasilitas sanitasi publik. Berbagai sarana tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dengan adanya evaluasi tersebut, KKP diharapkan dapat memastikan seluruh kekurangan pembangunan segera diperbaiki sehingga KNMP Ciwaru tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan memberikan manfaat optimal bagi nelayan.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
