Wartain.com – Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor pada tembok penahan tanah (TPT) saluran irigasi Leuwibunder di Kampung Datardangdeur, RT 06/RW 03, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Longsor menyebabkan kerusakan pada TPT sepanjang 11 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan longsor dipicu kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat.
“Longsor terjadi pada TPT saluran irigasi Leuwibunder akibat debit air yang cukup besar. Panjang bagian yang terdampak sekitar 11 meter dengan tinggi 3 meter,” ujar Daeng, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, kerusakan saluran irigasi tersebut berpotensi berdampak terhadap kebutuhan pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 20 hektare. Selain untuk pertanian, saluran tersebut juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di dua desa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim Pusdalops BPBD bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, relawan, dan masyarakat telah melakukan asesmen ke lokasi.
“Saat ini, TPT saluran irigasi yang mengalami longsor sedang dikerjabaktikan oleh warga,” katanya.
Daeng menambahkan, kebutuhan mendesak untuk penanganan dan perbaikan meliputi bronjong, batu belah, pipa paralon, serta karung.
Hingga saat ini, nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam kajian. BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama pihak terkait untuk mendukung penanganan dampak longsor.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
