26.7 C
Jakarta
Minggu, November 1, 2026

Latest Posts

BEM KM UMMI: Terpilihnya Asrul Haruna sebagai Koordinator Pusat BEM PTMAI, Kemenangan Konsolidasi dan Perjuangan Kolekti

Wartain.com – Keluarga Besar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (BEM KM UMMI) menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas terpilihnya Asrul Haruna sebagai Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI).

Asrul Haruna berhasil memperoleh dukungan mayoritas dengan mengantongi 67 suara dari 117 perguruan tinggi yang hadir dalam agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM PTMAI di Solo, Jawa Tengah. Capaian ini merupakan representasi kepercayaan sekaligus mandat kolektif untuk membawa arah baru gerakan mahasiswa PTMAI.

Dalam forum tersebut, BEM KM UMMI turut mengambil bagian melalui Vicran Patinailaya Namadula sebagai delegasi peserta penuh yang secara resmi ditugaskan mewakili organisasi. Kehadiran tersebut merupakan bentuk komitmen kelembagaan dalam mengawal konsolidasi dan menentukan arah gerakan mahasiswa di tingkat nasional. Terlebih, Vicran kembali terpilih sebagai Presiden Mahasiswa BEM KM UMMI periode 2026–2027, sehingga keterlibatan ini menjadi bagian dari tanggung jawab kepemimpinan dalam memperluas ruang perjuangan dan solidaritas antarkampus.

Bagi BEM KM UMMI, terpilihnya Asrul Haruna bukan sekadar kemenangan dalam kontestasi kepemimpinan, melainkan buah dari proses panjang, komunikasi, konsolidasi, pertarungan gagasan, dan dinamika perjuangan yang telah dilalui bersama. Berbagai perbedaan dan tantangan tidak menyurutkan komitmen untuk memperjuangkan kepemimpinan yang diyakini mampu membawa gerakan mahasiswa PTMAI ke arah yang lebih progresif.

Namun, proses persidangan dalam Silatnas juga diwarnai dinamika serius. Kepemimpinan pimpinan sidang sementara menuai catatan kritis karena terindikasi tidak netral dan dipersepsikan menunjukkan keberpihakan terhadap salah satu calon. Sejumlah sikap dalam memimpin persidangan bahkan terkesan otoritarian, sehingga memunculkan persoalan mengenai ruang dialektika, kesetaraan hak delegasi, dan prinsip demokrasi organisasi.

BEM KM UMMI memandang bahwa pimpinan sidang seharusnya berdiri di atas seluruh kepentingan kandidat serta menjadi penjaga konstitusi dan marwah persidangan. Demokrasi tidak boleh direduksi sebatas perolehan suara mayoritas, tetapi harus menjamin partisipasi yang setara, transparansi, objektivitas, dan penghormatan terhadap perbedaan pandangan.

**Ketika netralitas pimpinan sidang dipertanyakan, yang dipertaruhkan bukan hanya legitimasi keputusan, tetapi juga kepercayaan terhadap demokrasi organisasi itu sendiri.**

Di tengah dinamika tersebut, BEM KM UMMI tetap bangga telah menjadi bagian dari perjuangan yang mengantarkan Asrul Haruna memperoleh mandat mayoritas. Kemenangan ini bukan semata kemenangan personal, melainkan kemenangan ikhtiar kolektif untuk membangun persatuan dan memperkuat masa depan gerakan mahasiswa PTMAI.

Ke depan, Aliansi BEM PTMAI harus mampu melampaui sekat-sekat ego sektoral dan tidak terjebak dalam rutinitas seremonial maupun administratif. Aliansi ini harus menjadi ruang artikulasi intelektual, pusat konsolidasi, sekaligus kekuatan moral dan sosial yang kritis, independen, progresif, serta memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

**Bagi kami, perjuangan tidak selesai ketika kemenangan telah diraih. Justru di situlah tanggung jawab yang sesungguhnya dimulai.** Mandat kepemimpinan harus dibuktikan melalui kerja nyata, solidaritas harus diwujudkan dalam keberpihakan, dan konsolidasi harus diarahkan untuk memperkuat gerakan mahasiswa sebagai kekuatan perubahan.

Selamat dan sukses kepada Asrul Haruna atas amanah sebagai Koordinator Pusat Aliansi BEM PTMAI.***

Editor: Aab Abdul Malik

(DH)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.