26.7 C
Jakarta
Selasa, November 3, 2026

Latest Posts

Rumah Dr. Curie No. 1 Bandung Kembali Bergelora, AMM Satukan Ruh Gerakan Mahasiswa untuk Melawan Ketimpangan

Wartain.com – Rumah Dr. Curie No. 1, Kota Bandung, kembali menjadi ruang konsolidasi dan refleksi gerakan mahasiswa. Tempat yang memiliki sejarah panjang sebagai rumah pergerakan dan telah melahirkan banyak generasi aktivis lintas zaman itu dipilih menjadi lokasi Temu Daerah Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM) sekaligus Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Indonesia Revolution: Dismantling Inequality, Building Sovereignty, and Claiming Future of 2045.” Kota Bandung, (2/11/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan upaya menghidupkan kembali ruh, semangat, dan tradisi intelektual gerakan mahasiswa di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks.

Rumah Dr. Curie No. 1 memiliki nilai historis tersendiri bagi perjalanan aktivisme di Bandung. Dari tempat ini, berbagai gagasan, dialektika, dan semangat perubahan pernah tumbuh serta melahirkan generasi yang mengambil peran dalam dinamika sosial dan politik.

Kini, AMM berupaya menjadikan kembali ruang tersebut sebagai titik temu gagasan dan konsolidasi gerakan. Sebuah ikhtiar untuk mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh kehilangan keberanian berpikir kritis, keberpihakan terhadap rakyat, dan daya dorong perubahan.

Temu daerah ini dihadiri perwakilan Aliansi Mahasiswa Merdeka dari sejumlah wilayah, di antaranya Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Ciamis.

FGD dipandu oleh Kang Teuku Fairuz Alfarizi dengan menghadirkan dua pemantik diskusi, yakni tokoh jurnalis sekaligus Ketua PWI Jawa Barat, Kang Tantan Sulton, serta Mas Bagus dari PLN.

Diskusi diarahkan untuk membedah persoalan ketimpangan sosial, kedaulatan bangsa, hingga tantangan Indonesia dalam menentukan masa depan menuju 2045. Isu tersebut menjadi penting karena kemerdekaan secara politik belum sepenuhnya menjamin terwujudnya keadilan sosial dan kemandirian bangsa.

Suasana kegiatan diawali dengan ritual budaya yang dipimpin Kang Gingin Akil, budayawan Jawa Barat. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk keselamatan negeri.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Adli Helmi Munif menegaskan bahwa Temu Daerah AMM merupakan bagian dari agenda konsolidasi yang dilatarbelakangi keresahan terhadap berbagai persoalan bangsa, khususnya ketimpangan sosial yang masih terjadi.

Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar wacana intelektual, melainkan refleksi atas kondisi Indonesia yang membutuhkan keberanian untuk melakukan pembenahan.

Ia berharap konsolidasi dan FGD tersebut mampu melahirkan gagasan sekaligus gerakan konkret yang dapat memberikan kontribusi terhadap arah perubahan bangsa.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Jawa Barat, Taupik Muhamad Ramdan, menyampaikan bahwa berkumpulnya para pemuda untuk membicarakan masa depan bangsa bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran kolektif generasi muda yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Bahkan, perjalanan terbentuknya bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting kaum muda.

Karena itu, menurutnya, Temu Daerah AMM harus dimaknai sebagai momentum untuk membangun kesadaran bersama sekaligus menentukan arah perubahan Indonesia ke depan.

Menghidupkan Kembali Tradisi Gerakan

Lebih dari sekadar agenda konsolidasi, pertemuan di Rumah Dr. Curie No. 1 menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa harus memiliki pijakan ideologis, keberanian intelektual, serta keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, aktivisme tidak cukup hanya hadir dalam demonstrasi atau lantang menyampaikan kritik. Gerakan juga dituntut mampu menawarkan gagasan, membangun kekuatan kolektif, dan mengawal kebijakan agar tidak semakin menjauh dari kepentingan rakyat.

Ketimpangan sosial, persoalan kedaulatan, dan masa depan Indonesia tidak akan selesai hanya melalui diskusi. Dibutuhkan konsolidasi yang berkelanjutan dan keberanian untuk menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata.

Dari Rumah Dr. Curie No. 1 Bandung, AMM berupaya merawat kembali tradisi tersebut. Sebab, sejarah gerakan tidak seharusnya berhenti menjadi kenangan, tetapi harus menjadi energi bagi generasi baru untuk melanjutkan perjuangan.

Gerakan mahasiswa harus kembali menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu mengoreksi kekuasaan sekaligus menawarkan jalan bagi masa depan bangsa.***

Editor: Aab Abdul Malik

(DH)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.