Wartain.com – Kegelisahan Generasi Z mencuat dalam Diskusi Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM) Jawa Barat bertema “Indonesia Revolution: Dismantling Inequality, Building Sovereignty, and Claiming Future of 2045″ di Komplek Dr. Curie No. 1, Kota Bandung, Senin (02/11/2026).
Mahasiswa asal Cianjur yang tergabung dalam AMM menyuarakan keresahan terkait belum tercapainya cita-cita reformasi dan tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Taupik, mahasiswa dari Cianjur mengatakan, reformasi telah bergulir selama 28 tahun. Banyak aktivis 98 kini sudah menjadi pengambil kebijakan, namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia khususnya di Jawa Barat masih rendah.
“Padahal sebagai Generasi Z kita punya cita-cita untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Sementara masih banyak kebijakan pemerintah yang belum match dengan kebutuhan kita generasi Z ini,” ujar Taupik.
Menurutnya, secepatnya harus dicari solusi untuk menjawab keresahan bangsa Indonesia terutama bagi Generasi Z dan generasi berikutnya.
“Kegelisahan ini harus bisa dijawab oleh semua, apakah Indonesia Emas 2045 akan benar-benar terwujud? Kami sebagai Generasi Z sangat berharap, semua elemen bangsa fokus untuk membawa generasi kami mencapai Indonesia Emas 2045 seperti cita-cita kita semua,” katanya.
Senada, Taher, Generasi Z dari Cianjur berharap kemandirian energi harus sudah selesai sebelum tahun 2045.
“Sehingga ketika memasuki tahun emas sektor ini tidak menjadi permasalahan lagi. Karena di tahun itu, SDM Indonesia tidak lagi menjadi alasan atau berkeluh kesah akibat tidak meratanya ketahanan energi ini, termasuk di bidang kelistrikan. Permasalahan belum meratanya energi listrik serta energi lainnya harus segera dituntaskan dengan mencari solusi yang tepat sasaran,” ujar Taher.
Sementara itu, Abdul Aziz dari Cianjur menegaskan AMM siap mengawal isu krusial terkait ketahanan energi.
“AMM siap mengawal isu krusial terkait ketahanan energi untuk mencapai generasi emas 2045. Kenapa pemanfaatan energi listrik masih terindikasi ada aliran listrik kepada perusahaan yang terindikasi ilegal,” tegas Aziz.
Diskusi yang dihadiri Ketua PWI Jabar Tantan Sulthon Buchawan, Presidium KAHMI Jabar Husni Mubaroq, Budayawan Sunda A. Ginajar Akil, Aktivis 98, dan Perwakilan PLN UIP JBT Elga Bagus Sulaksmono ini menjadi ruang konsolidasi mahasiswa dari Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Purwakarta dan Ciamis untuk merumuskan solusi menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor: Aab Abdul Malik
(DH)
