Wartain.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menyiapkan paket lengkap untuk menekan angka pengangguran. Tidak hanya menyiapkan warga untuk melamar kerja, tapi juga mendorong warga agar mampu membuka lapangan kerja sendiri.
Strategi ini dijalankan melalui sejumlah program yang saling terhubung, dari hulu ke hilir.
1. Cetak Tenaga Siap Kerja Lewat BLK
Melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Disnakertrans membuka pelatihan gratis berbasis kompetensi yang dibutuhkan industri. Tahun ini, dua kejuruan yang banyak diminati adalah pembuatan roti dan kue serta desainer grafis muda. Lulusannya diharapkan bisa langsung terserap industri atau merintis usaha.
2. Dari Pencari Kerja Jadi Pencipta Kerja
Bagi yang ingin mandiri, ada program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Padat Karya. Warga tidak hanya diberi pelatihan kewirausahaan, tetapi juga didampingi dan diberi stimulus usaha agar bisa mengembangkan potensi ekonomi di desanya masing-masing.
Program ini diperkuat dengan inisiatif Sukabumi Berdaya yang fokus meningkatkan kapasitas tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar lokal hingga global.
3. Cari Kerja Makin Mudah Lewat SILENT CENTER
Untuk memangkas gap informasi, Disnakertrans meluncurkan SILENT CENTER (Sukabumi Integrated Labour and Employment Center). Ini adalah pusat layanan ketenagakerjaan terpadu.
Di sini masyarakat bisa membuat kartu kuning (AK.1) secara online, cek lowongan kerja, hingga mengikuti job fair tanpa harus bolak-balik kantor.
4. Jaminan Aman Bagi Calon PMI dan Link ke Industri
Disnakertrans juga gencar melakukan sosialisasi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar berangkat melalui jalur resmi dengan pemahaman prosedur dan perlindungan yang jelas.
Di sisi industri, kolaborasi dengan perusahaan seperti PT Glostar Indonesia terus diperkuat untuk menyambungkan kebutuhan perusahaan dengan SDM lokal Sukabumi.
Kepala Disnakertrans menilai, kesejahteraan tidak bisa hanya dibangun dengan infrastruktur fisik. Kuncinya ada pada SDM yang terampil dan mandiri.
“Kesempatan kerja bukan sekadar soal penghasilan, tapi jalan untuk meningkatkan taraf hidup dan membangun kemandirian menuju Sukabumi yang Mubarokah,” pungkasnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
